Sragen Masuk TOP 10 IDSD Jateng 2026


JATENGPOS.CO.ID, BOYOLALI – Kabupaten Sragen kembali mencatatkan prestasi di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Sragen masuk dalam jajaran TOP 10 Kabupaten/Kota Penerima Penghargaan Apresiasi Pemanfaatan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Jawa Tengah Tahun 2026.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Sragen Sigit Pamungkas dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen dalam rangkaian Upacara Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah di Alun-Alun Kabupaten Boyolali, Rabu (19/8).

Berdasarkan Surat Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor S/000.9.6/548/2026 tanggal 14 Agustus 2026, Kabupaten Sragen tercantum sebagai salah satu dari sepuluh kabupaten/kota penerima penghargaan tersebut.

Capaian Sragen melalui proses penilaian yang cukup panjang. Pemkab Sragen sebelumnya menyusun Laporan Pemanfaatan IDSD Kabupaten Sragen Tahun 2026, yang memuat analisis kondisi daya saing daerah, identifikasi kekuatan dan kelemahan, kesenjangan dengan wilayah pengembangan, prioritas intervensi, hingga rencana tindak lanjut pemanfaatan IDSD dalam pembangunan daerah.

Baca juga:  5.000 Porsi Gratis Dibagikan, “Bakso Wonogiri Mendunia” Meriahkan Hari Jadi ke-285 Wonogiri

Dokumen tersebut kemudian dinilai oleh dewan juri. Kabupaten Sragen berhasil masuk 15 besar dan melanjutkan ke tahap presentasi serta wawancara yang dipaparkan langsung oleh Bupati Sigit Pamungkas. Setelah melalui seluruh rangkaian penilaian, Sragen akhirnya ditetapkan sebagai salah satu penerima penghargaan TOP 10 IDSD Jawa Tengah Tahun 2026.

Bupati Sigit menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Pemkab Sragen untuk terus memperkuat pembangunan yang berbasis data, riset, dan inovasi.

Menurutnya, IDSD tidak seharusnya hanya dipandang sebagai ukuran capaian daya saing daerah, tetapi juga harus dimanfaatkan sebagai instrumen untuk membaca persoalan, menentukan prioritas, dan memastikan kebijakan pembangunan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Penghargaan ini bukan tujuan akhir. Yang paling penting adalah bagaimana IDSD kita gunakan untuk membaca posisi Sragen, melihat apa yang masih kurang, kemudian kita tindak lanjuti melalui kebijakan dan program yang konkret,” ujar Bupati Sigit.

Baca juga:  Muntira Ingatkan Bahaya Mercury : Wajah Glowing Belum Tentu Sehat

Ia menambahkan, peningkatan daya saing daerah membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemkab Sragen akan terus mendorong keterlibatan perangkat daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, serta pemerintah pusat dan provinsi agar hasil riset dan inovasi dapat diterjemahkan menjadi kebijakan pembangunan yang lebih efektif.

“Pemanfaatan IDSD di Kabupaten Sragen sendiri tidak berhenti pada pengukuran angka indeks. Hasil analisis digunakan untuk membaca secara lebih tajam posisi daya saing Sragen, menentukan aspek yang perlu diperkuat, serta merumuskan strategi dan rencana aksi pembangunan,” lanjut Bupati.

Penghargaan IDSD Jawa Tengah 2026 juga berbeda dengan kompetisi yang menetapkan juara pertama, kedua, dan ketiga. Tidak ada peringkat juara dalam penghargaan ini. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan apresiasi kepada sepuluh kabupaten/kota terpilih yang dinilai menunjukkan pemanfaatan IDSD dalam mendukung peningkatan daya saing daerah. (yas/rit)


TERKINI


br>

Rekomendasi

...