JATENGPOS.CO.ID, SALATIGA – Ribuan warga dari berbagai lapisan masyarakat Kota Salatiga akan berpartisipasi dalam penempaan pusaka Kota Salatiga berupa sebilah keris dan tombak. Penempaan pusaka tersebut dilakukan di halaman Pendopo Bung Karno komplek DPRD Salatiga selama tiga hari, mulai hari Jumat hingga Minggu ( 21-23/8/2026).
Kegiatan Pesta Tempa Pusaka Rakyat ini merupakan prakarsa dari DPRD Salatiga bersama komunitas Salatiga Keris Ageman Lestari ( Sakral) dan Besalen Gajah Kuning, Tuntang, Kabupten Semarang, sejumlah komunitas budaya serta didukung oleh Pemkot Salatiga.
Pembina Sakral, Hartoko Budiono menjelaskan, dalam penempaan nanti akan melibatkan ribuan warga Salatiga dari berbagai lapisan masyarakat. “ Ada Forkopimda, para pelajar, tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat pemerintah Lurah Camat, Ketua RT/RW se -Salatiga, para pelaku budaya dan masih banyak elemen masyarakat lain yang terlibat,” kata Hartoko didampingi Ketua Sakral Antok.
Dikatakannya, pembuatan pusaka Kota Salatiga ini merupakan momen sangat bersejarah, karena diharapkan pusaka kota ini akan menjadi ikon dan identitas pusaka Kota Salatiga yang nantinya diwariskan secara turun temurun kepada siapapun kepala daerah yang memimpin kota ini .” Karena ini ikon pusaka kota, maka kami melibatkan semua unsur masyarakat Salatiga untuk ikut menempa secara bergatian,” kata Hartoko yang juga anggota DPRD Salatiga ini.
Dikatakannya, bahan untuk bakalan dari keris pusaka kota ini sudah diperkenalkan kepada masyarakat saat acara jamasan pusaka di Prasasti Plumpungan belum lama ini. Kemudian untuk prototype pusaka ini juga sudah diperkenalkan saat acara pertemuan dengan raja-raja se- nusantara di Hari Jadi Salatiga 24 Juli lalu.
Setelah acara tempa massal, kedua pusaka kota ini akan diselesaikan oleh Empu Ridwan di Besalen Gajah Kuning miliknya dan direncanakan akan selesai pada tanggal 10 November.” Momennya pas di Hari Pahlawan, pusaka itu nantinya kita serahkan kepada wali kota untuk disimpan sebagai pusaka kota,” pungkasnya.
Penempaan pusaka ini dipandu oleh empu muda dari Tuntang Kabupaten Semarang yaitu Empu Ridwan serta dua empu lainnya yaitu Empu Galih Avuddachari dari Semarang dan Empu Topik dari Karanganyar.
Sementara itu, Empu Ridwan menjelaskan kedua pusaka Kota Salatiga ini berupa sebilah keris dan tombak. Untuk keris luk 7 berdhapur Balebang sementara untuk tombak berdhapur Karno Tinanding. Keduanya berpamor wengkon yang melambangkan perlindungan untuk seluruh masyarakat Salatiga dan juga pemimpinnya. “ Dipilihnya dhapur Balebang ini mengandung makna pemimpin Kota Salatiga siapapun nanti senantiasa untuk selalu mendekatkan diri kepada Tuhan YME sedangkan untuk tombak berdhapur Karno Tinanding yang bermakna kewajiban seorang pemimpin memiliki pendengaran yang seimbang, mampu mendengar semua aspirasi masyarakat,” jelasnya.
Sementara, Ketua Panitia Pesta Tempa Pusaka Rakyat Khrisna Pradipta menjelaskan, kegiatan ini diawali ujub sesaji dan masuh tosan pada Jumat pagi, kemudian siang harinya dilanjutkan atraksi budaya dan penempaan awal oleh Forkopimda. Kemudian dilanjutkan penempaan oleh masyarakat Kecamatan Tingkir, dilanjurkan penempaan oleh masyarakat Kecamatan Argomulyo dan malamnya penempaan oleh masyarakat Kecamatan Sidorejo dan Kecamatan Sidomukti.
“ Kemudian di hari Sabtu ada bedah buku, pemeran dan seminar. Untuk hari Sabtu hiburan pentas seni, bursa tosan aji dan batu permata. Ada juga UMKM kuliner,” pungkasnya. (deb)









