Bingung Pilih Mobil Listrik atau Mobil Bensin? BYD M6 DM Solusinya

GASS Jadi Andalan, Gesit, Andal, Senyap dan Super Irit


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Bingung memilih mobil listrik atau mobil bensin? BYD M6 DM menawarkan solusi bagi konsumen yang ingin merasakan keunggulan kendaraan listrik, tetapi tetap membutuhkan fleksibilitas mesin bensin untuk perjalanan jauh.

Mengusung teknologi Dual Mode (DM), BYD M6 DM merupakan MPV plug-in hybrid yang memadukan mesin bensin 1.5 liter dengan sistem penggerak listrik. Perpaduan tersebut membuat mobil tidak hanya menawarkan efisiensi, tetapi juga performa responsif, kenyamanan dan fleksibilitas untuk berbagai kebutuhan keluarga.

Menariknya, karakter BYD M6 DM dirangkum dalam konsep GASS, yakni Gesit, Andal, Senyap dan Super Irit. Empat karakter tersebut menjadi keunggulan yang ditawarkan untuk konsumen yang ingin beralih ke kendaraan elektrifikasi tanpa harus meninggalkan fleksibilitas mesin bensin.

Gesit, Akselerasi Responsif

Kata pertama dalam GASS adalah Gesit. Sistem penggerak listrik membuat respons akselerasi BYD M6 DM terasa cepat dan halus, sehingga mendukung kebutuhan berkendara di perkotaan maupun ketika membutuhkan akselerasi saat perjalanan.

Karakter tersebut menjadi salah satu keunggulan yang ditonjolkan BYD HAKA Semarang. M6 DM dirancang dengan akselerasi responsif, namun tetap mempertahankan karakter MPV yang nyaman untuk keluarga.

Andal, Listrik dan Bensin

Berikutnya Andal. Inilah salah satu pembeda utama BYD M6 DM dibandingkan mobil listrik murni.

Teknologi plug-in hybrid memungkinkan kendaraan memanfaatkan tenaga listrik sekaligus mesin bensin 1.5 liter. Untuk aktivitas harian, konsumen dapat memanfaatkan tenaga listrik, sedangkan mesin bensin memberikan fleksibilitas ketika mobil digunakan untuk perjalanan jauh.

Kemampuan tersebut semakin menarik karena M6 DM memiliki EV range hingga 100 kilometer. Sementara ketika tenaga listrik dan mesin bensin dikombinasikan, jarak tempuhnya disebut mencapai lebih dari 1.200 kilometer.

Artinya, konsumen tidak perlu terlalu khawatir ketika membawa mobil keluar kota. Saat daya listrik tidak memungkinkan untuk digunakan, mesin bensin tetap memberikan fleksibilitas perjalanan.

Senyap, Nyaman di Dalam Kabin

Karakter ketiga adalah Senyap. Saat menggunakan tenaga listrik, suara kendaraan menjadi lebih minim sehingga perjalanan di dalam kabin terasa lebih tenang.

Keunggulan tersebut membuat BYD M6 DM cocok untuk kebutuhan keluarga. Kabin yang senyap dan nyaman memberikan pengalaman berbeda, terutama ketika digunakan untuk perjalanan bersama anak maupun keluarga dalam jarak jauh.

BYD HAKA Semarang sendiri menempatkan kabin senyap dan nyaman sebagai salah satu keunggulan M6 DM yang ditawarkan kepada konsumen.

Super Irit untuk Harian dan Perjalanan Jauh

Terakhir adalah Super Irit. Perpaduan tenaga listrik dan mesin bensin memberikan keleluasaan bagi pengemudi dalam memilih sumber tenaga sesuai kebutuhan perjalanan.

Baca juga:  Danseskoau: C4ISR Tingkatkan Platfrom Pertahanan

Untuk aktivitas sehari-hari, tenaga listrik bisa dimanfaatkan sehingga penggunaan bahan bakar dapat ditekan. Sedangkan ketika melakukan perjalanan jauh, mesin bensin tetap tersedia sehingga mobil tidak sepenuhnya bergantung pada fasilitas pengisian daya.

Karena itu, BYD HAKA Semarang juga menonjolkan efisiensi BBM untuk penggunaan harian maupun perjalanan jauh sebagai salah satu keunggulan M6 DM.

Lima Varian, Harga Mulai Rp318,5 Juta

Untuk pasar Jateng-DIY, BYD M6 DM ditawarkan dalam lima pilihan varian dengan rentang harga Rp318,5 juta hingga Rp410,5 juta. Data tersebut mengacu pada price list OTR Jateng-DIY dari BYD HAKA Semarang.

BYD M6 DM Classic Standard menjadi varian dengan harga paling terjangkau, yakni Rp318,5 juta. Selanjutnya Classic Dynamic Rp338,5 juta, Cross Advanced Rp380,5 juta, Cross Superior 7 Seat Rp400,5 juta, serta Cross Superior Captain Seat Rp410,5 juta.

Pilihan tersebut memberikan keleluasaan bagi konsumen untuk menentukan mobil sesuai kebutuhan dan anggaran. Varian Classic dapat menjadi pilihan bagi konsumen yang mengutamakan fungsi dan harga, sedangkan keluarga Cross menawarkan pilihan bagi konsumen yang menginginkan tampilan serta kelengkapan lebih tinggi.

Untuk konsumen yang mengutamakan kenyamanan penumpang, tersedia Cross Superior Captain Seat. Varian tersebut menggunakan konfigurasi captain seat, sedangkan Cross Superior hadir dengan konfigurasi tujuh penumpang.

Cocok untuk Keluarga

Sebagai MPV, BYD M6 DM dirancang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas keluarga. Pilihan konfigurasi tujuh penumpang maupun captain seat membuat konsumen dapat menyesuaikan kendaraan dengan kebutuhan penggunaan.

Teknologi DM juga membuat konsumen mendapatkan dua karakter sekaligus. Di satu sisi bisa menikmati pengalaman berkendara dengan tenaga listrik yang responsif dan senyap, sementara di sisi lain tetap memiliki mesin bensin untuk perjalanan jauh.

Branch Manager BYD HAKA AUTO Semarang, Fram Ishardono mengatakan, karakter tersebut menjadi salah satu alasan M6 DM menarik bagi konsumen yang masih bimbang memilih mobil listrik atau mobil bensin.

“Kalau konsumen masih bingung memilih mobil listrik atau mobil bensin, M6 DM bisa menjadi solusinya. Karena di sini ada listrik dan bensin. Jadi konsumen mendapatkan efisiensi dan kenyamanan kendaraan listrik, tetapi tetap punya fleksibilitas mesin bensin,” ujarnya.

Menurut Fram, konsep GASS juga menggambarkan kebutuhan konsumen saat ini yang tidak hanya mencari kendaraan dengan teknologi baru, tetapi juga mempertimbangkan kenyamanan dan biaya penggunaan.

Baca juga:  Siap Siaga Bencana, AFT Adi Sumarmo Bentuk  Desa Tangguh Bencana

“Gesit karena akselerasinya responsif, andal karena ada teknologi Dual Mode sehingga bisa listrik dan bensin, kemudian senyap ketika menggunakan tenaga listrik. Dan yang tidak kalah penting tentu lebih irit untuk penggunaan harian,” katanya.

Pasar Semarang Mulai Respons Positif

Keunggulan tersebut mulai mendapat respons positif dari konsumen di Semarang. Penjualan BYD M6 DM di BYD HAKA AUTO Semarang mencapai sekitar 20 unit per bulan, menjadikannya salah satu model yang mendapat perhatian konsumen.

Fram mengatakan, konsumen yang datang ke showroom kini tidak hanya menanyakan harga, tetapi juga semakin banyak yang ingin mengetahui cara kerja teknologi plug-in hybrid, jarak tempuh listrik hingga pilihan varian.

“Responsnya cukup bagus. M6 DM mulai banyak ditanyakan karena konsumen melihat kebutuhannya. Terutama keluarga yang ingin mobil nyaman, tetapi juga hemat untuk digunakan sehari-hari,” ungkapnya.

Menurut Fram, konsumen memiliki pertimbangan berbeda dalam memilih varian. Tipe Classic lebih banyak menjadi pilihan bagi konsumen yang mengejar harga dan fungsi, sedangkan tipe Cross menarik perhatian konsumen yang menginginkan tampilan serta kelengkapan lebih tinggi.

“Pilihan tipenya cukup banyak, sehingga konsumen tinggal menyesuaikan kebutuhan dan budget. Kalau ingin lebih terjangkau ada Classic, kalau ingin lebih lengkap ada Cross. Untuk yang mengutamakan kenyamanan penumpang belakang, tersedia Captain Seat,” jelasnya.

Mulai Ada Konsumen yang Indent

Selain penjualan yang mencapai sekitar 20 unit per bulan, Fram menyebut permintaan terhadap BYD M6 DM juga mulai berlanjut ke proses indent untuk tipe tertentu.

“Sekarang sudah ada konsumen yang melakukan indent. Mereka biasanya sudah tahu kebutuhannya dan tinggal menentukan tipe serta pilihan yang diinginkan,” terangnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan konsumen Semarang mulai melihat kendaraan plug-in hybrid sebagai alternatif yang menarik. Konsumen tidak lagi harus memilih secara mutlak antara mobil listrik atau mobil bensin.

“Jadi sebenarnya M6 DM ini memberikan pilihan di tengah. Mau menggunakan listrik bisa, mau menggunakan bensin juga bisa. Ini yang membuat konsumen merasa lebih aman dan fleksibel,” tandas Fram.

Dengan konsep GASS—Gesit, Andal, Senyap dan Super Irit, EV range hingga 100 kilometer, jarak tempuh kombinasi lebih dari 1.200 kilometer, lima pilihan varian dan harga mulai Rp318,5 juta untuk OTR Jateng-DIY, BYD M6 DM menjadi salah satu pilihan bagi keluarga yang ingin merasakan kendaraan elektrifikasi tanpa kehilangan fleksibilitas mesin bensin.(aln)


TERKINI

Rekomendasi

...

Libur Nataru Makin Seru, KAI Beri Diskon...

REIWA Buka Flagship Store Perdana di Semarang

Motor Listrik Honda EM1 e: Resmi Mengaspal...

UISI Kembangkan Laboratorium Virtual

SMARTFREN Kini Hadir Semakin Luas di Indonesia