2.000 Peserta Meriahkan Senam Jantung Sehat

Pengurus YJI Jateng Resmi Berganti


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANGLebih dari 2.000 peserta dari berbagai klub jantung sehat di Jawa Tengah memadati Halaman Gubernuran Jawa Tengah, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan tersebut dirangkai dengan pelantikan pengurus baru Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Jawa Tengah periode 2026-2031

Pergantian kepemimpinan YJI Jateng dilakukan dari Hj. Sri Lestari Sudiro, S.E., S.H., M.H. kepada dr. Dyah Anggraeni, M.Kes., Sp.PK. Pelantikan pengurus baru dilakukan oleh pengurus pusat YJI dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Sri Lestari Sudiro mengatakan, dirinya optimistis kepemimpinan baru mampu melanjutkan sekaligus mengembangkan program YJI Jateng. Terlebih, sosok yang menggantikannya memiliki latar belakang sebagai dokter spesialis patologi klinik.

“Saya percaya 1.000 persen kepada Ibu Dyah. Saya berharap visi dan misi YJI bisa dilanjutkan dan dikembangkan lebih berhasil,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur dan pihak yang selama ini mendukung kegiatan YJI Jateng. Menurutnya, dukungan tersebut membuat berbagai program, termasuk kegiatan sosial dan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan jantung, dapat terus berjalan.

Sementara itu, Ketua YJI Cabang Provinsi Jawa Tengah dr. Dyah Anggraeni, M.Kes., Sp.PK. mengatakan, program pertama yang akan dilakukan adalah melanjutkan berbagai program yang telah dirintis kepengurusan sebelumnya. Di saat bersamaan, YJI akan memperkuat sinergi dengan rumah sakit, fasilitas kesehatan, BPJS, perusahaan, dan para pengusaha.

Baca juga:  Pencoblosan Berjalan Aman Dan Lancar, Polda Jateng Himbau Seluruh Pihak Hormati Hasil Pilkada

“Kami akan melanjutkan program-program yang sudah bagus dan sudah dirintis oleh Ibu Sudiro. Kemudian kami meningkatkan sinergi dengan rumah sakit, fasilitas kesehatan, BPJS, perusahaan dan para pengusaha,” ujarnya.

Penguatan sinergi tersebut salah satunya diarahkan pada edukasi dan pelatihan penanganan henti jantung mendadak serta bantuan hidup dasar. Pelatihan diharapkan tidak hanya menyasar fasilitas kesehatan, tetapi juga lingkungan sekolah dan perusahaan sehingga semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan memberikan pertolongan pertama.

“Kami ingin mensosialisasikan pelatihan untuk penanganan henti jantung mendadak atau bantuan hidup dasar. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang bisa menangani dan menolong ketika terjadi kondisi tersebut di lapangan,” jelasnya.

Selain memperkuat penanganan kegawatdaruratan, YJI Jateng juga menyiapkan kader-kader muda melalui edukasi kesehatan jantung sejak usia sekolah. Program tersebut menyasar anak SD, SMP, SMA hingga mahasiswa dengan aktivitas olahraga yang disesuaikan dengan usia.

Menurut Dyah, pencegahan penyakit jantung tidak bisa hanya dilakukan ketika seseorang sudah dewasa. Sebab, risiko penyakit jantung juga perlu dikendalikan sejak usia muda melalui kebiasaan hidup sehat dan olahraga rutin.

Baca juga:  Kemenkumham Tolak Sahkan Kepengurusan KLB, Demokrat Jateng Bersyukur

“Penyakit jantung sekarang tidak menunggu tua. Karena itu, sejak muda anak-anak perlu diarahkan untuk gemar berolahraga dan menjaga kesehatan jantung,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, edukasi kesehatan juga dikemas melalui aktivitas fisik seperti senam, lompat tali dan kegiatan olahraga yang melibatkan anak-anak serta remaja. YJI Jateng juga menyiapkan pelatihan bagi guru agar dapat meneruskan edukasi olahraga dan kesehatan jantung di lingkungan sekolah.

Tak hanya olahraga, rangkaian kegiatan juga diisi pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Pemeriksaan meliputi gula darah, tekanan darah, kolesterol, asam urat, pemeriksaan mata, ECG atau pemeriksaan jantung, radiologi, konsultasi dokter spesialis penyakit dalam, hingga skrining kanker leher rahim.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Rotary, Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Rumah Sakit William Booth, RSUP Dr. Kariadi, serta sejumlah fasilitas dan tenaga kesehatan lainnya. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi, pencegahan, dan deteksi dini penyakit di tengah masyarakat.

Dyah menegaskan, YJI Jateng ke depan akan terus mengedepankan upaya promotif dan preventif dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Dengan demikian, kesadaran menjaga kesehatan jantung diharapkan tumbuh sejak usia dini dan tidak hanya dilakukan ketika sudah muncul keluhan.(aln)


TERKINI

Rekomendasi

...