JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Cuaca yang sulit diprediksi membuat pengendara sepeda motor perlu meningkatkan kewaspadaan saat berada di jalan. Meski Agustus umumnya dikenal sebagai puncak musim kemarau dengan kondisi jalan cenderung kering, hujan masih dapat turun tiba-tiba dengan intensitas sedang hingga lebat.
Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng, Mukammad Aldy Irvansyah mengatakan, perubahan kondisi cuaca perlu diantisipasi pengendara dengan memahami berbagai potensi bahaya di jalan. Kewaspadaan menjadi semakin penting ketika hujan turun setelah kondisi jalan sebelumnya kering dalam waktu cukup lama.
“Pengendara motor perlu mengetahui berbagai ancaman di jalanan sehingga bisa mengantisipasi dan lebih berhati-hati dalam berkendara, terutama saat kondisi iklim tidak menentu,” katanya.
Salah satu ancaman adalah permukaan jalan yang menjadi licin ketika hujan pertama turun setelah periode kering. Debu, kotoran, dan sisa oli yang menumpuk di permukaan aspal dapat bercampur dengan air sehingga membuat daya cengkeram ban berkurang drastis.
Kondisi tersebut semakin berbahaya ketika pengendara melakukan pengereman, berbelok, atau bermanuver secara tiba-tiba. Karena itu, kecepatan perlu dikurangi dan pengendara menghindari gerakan mendadak.
Hujan deras juga dapat mengurangi jarak pandang. Air yang membasahi kaca helm, cipratan kendaraan lain, serta derasnya air hujan membuat pengendara lebih sulit melihat kondisi jalan maupun kendaraan di sekitarnya.
Selain itu, kondisi jalan basah membuat pengereman membutuhkan jarak lebih panjang. Pengereman yang dilakukan terlalu keras berpotensi membuat ban kehilangan daya cengkeram dan meningkatkan risiko tergelincir.
Pengendara juga perlu mewaspadai genangan air. Genangan dengan kedalaman tertentu dapat membuat ban kehilangan kontak dengan permukaan aspal atau mengalami aquaplaning (hydroplaning), sehingga motor terasa tidak stabil dan lebih sulit dikendalikan.
Potensi bahaya lainnya berasal dari pengguna jalan lain yang melakukan manuver secara mendadak. Hujan yang turun tiba-tiba dapat membuat sebagian pengendara melakukan pengereman keras, berpindah jalur, atau berbelok secara mendadak tanpa memberikan tanda.
Aldy mengimbau pengendara mengurangi kecepatan ketika hujan atau kondisi jalan mulai berubah. Dengan kecepatan lebih rendah, pengendara memiliki waktu dan ruang yang lebih baik untuk bereaksi terhadap situasi yang muncul di depan.
“Jaga jarak dengan kendaraan di depan lebih jauh dari biasanya dan hindari pengereman mendadak. Lakukan pengereman secara bertahap agar kendaraan tetap terkendali,” ujarnya.
Pengendara juga disarankan menyalakan lampu utama meskipun berkendara pada siang hari. Penggunaan lampu membantu kendaraan lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lain, terutama ketika hujan menyebabkan jarak pandang berkurang.
Tak kalah penting, pengendara perlu menggunakan perlengkapan berkendara yang sesuai. Jas hujan model setelan atas dan bawah lebih disarankan untuk menunjang kenyamanan sekaligus membantu menjaga konsentrasi selama perjalanan.
“Ada baiknya kita berjaga-jaga untuk keamanan dan kenyamanan saat berkendara di tengah situasi apa pun. Utamakan #Cari_Aman berkendara dalam keadaan apa pun karena keluarga kita sudah menunggu di rumah,” tandasnya.(aln)




