Jembatan Garuda Merah Putih Dongkrak Ekonomi Petani Kudus


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Panglima Kodam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin Darojat, meresmikan pengoperasian Jembatan Garuda Merah Putih yang menghubungkan Desa Tanjungrejo dan Desa Klaling, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Ditandai penandatanganan prasasti, disaksikan Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris dan sejumlah pejabat Pangdam IV/Diponegoro dan Forkopimda Kabupaten Kudus, Rabu (2/9).

Mayjen TNI Achiruddin Darojat, mengatakan, pembangunan jembatan beton ini merupakan bagian dari program strategis yang di inisiasi Presiden Prabowo Subianto, untuk membuka isolasi jalur antardesa, serta menjamin keselamatan akses pendidikan dan perekonomian warga. Dan jembatan ini memberikan dampak nyata bagi 2.000 warga di kedua desa tersebut.

‘’Jembatan ini dibangun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat. Kami di Kodam IV/Diponegoro tidak pilih kasih dalam menentukan lokasi. Daerah yang memang benar-benar membutuhkan, penerima manfaatnya banyak, dan menjadi jalur vital interkoneksi desa akan kami prioritaskan,’’ ujar Achiruddin, saat memberikan keterangan.

Baca juga:  Jokowi di Demak: Awan Sudah Kita Geser ke Laut untuk Kurang Hujan

Ia menambahkan, program Jembatan Garuda Merah Putih dilatarbelakangi oleh banyaknya keluhan mengenai akses anak sekolah di berbagai daerah, yang harus menyeberangi sungai berarus deras dan membahayakan keselamatan.

Hingga saat ini, jajaran Kodam IV/Diponegoro telah menyelesaikan 311 unit jembatan di wilayah Jawa Tengah dan merencanakan pembangunan minimal 100 jembatan tambahan. Pemerintah kabupaten se-Jawa Tengah diminta menyetorkan data lokasi prioritas untuk ditindaklanjuti.

Selain jembatan, TNI juga memfokuskan program Menunggal Air guna mengatasi dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah,’’Program ini mencakup pembuatan sumur bor, penyediaan tangki penampungan, hingga penyaluran air bersih ke pemukiman warga,’’ tandasna.

Kehadiran jembatan ini disambut hangat oleh warga setempat. Ketua RW 06 Desa Tanjungrejo, Abdul Rosyid, mengungkapkan bahwa jembatan ini telah dinantikan oleh para petani selama berpuluh-puluh tahun.

Baca juga:  Bupati Kudus Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Jaga Kondusivitas Wilayah

Sebelum jembatan permanen dibangun, warga dan petani hanya mengandalkan jalan setapak dan sering kali terisolasi saat musim hujan akibat tingginya debit air Sungai Logung.

‘’Dulu kalau musim hujan petani tidak bisa menyeberang ke ladang di sisi timur. Akibatnya, harga jual hasil bumi anjlok karena pembeli kesulitan mengangkut barang. Sekarang mobil sudah bisa melintas, dan tengkulak bisa langsung ambil hasil panen,’’ kata Rosyid.

Pembangunan jembatan ini juga memicu percepatan infrastruktur pendukung. Pemerintah Desa Tanjungrejo turut mendukung dengan melakukan pengecoran jalan penghubung, yang mengoneksikan wilayah RW 06 menuju Desa Klaling. Warga bersama personel TNI bahu-membahu bergotong royong selama proses konstruksi hingga jembatan dapat dioperasikan secara penuh. (han/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...