JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Dampak penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) akibat sebaran abu vulkanik di wilayah Jabodetabek merespons cepat PT KAI Daop 6 Yogyakarta. Guna mengakomodasi mobilitas masyarakat yang terdampak penutupan jalur udara tersebut, KAI Daop 6 mengoperasikan perjalanan kereta api tambahan pada Minggu (6/9).
Langkah penambahan perjalanan kereta api ini disiapkan sebagai transportasi alternatif bagi masyarakat yang hendak bepergian menuju wilayah Jakarta dan sekitarnya maupun arah sebaliknya.
Adapun dua perjalanan KA tambahan yang disiagakan yakni: KA Tambahan Yogyakarta-Gambir relasi Yogyakarta–Gambir, berangkat dari Stasiun Yogyakarta pukul 18.20 WIB. KA Tambahan Malang-Gambir relasi Malang–Kertosono–Solo–Yogyakarta–Gambir, berangkat dari Stasiun Malang pukul 20.15 WIB dan berangkat dari Stasiun Yogyakarta pukul 02.37 WIB.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyampaikan bahwa pengoperasian KA tambahan ini merupakan bentuk kesiapan KAI dalam memberikan solusi mobilitas di tengah hambatan kondisi alam.
“KAI Daop 6 berupaya hadir memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat yang membutuhkan transportasi akibat adanya penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta. Kami menyiapkan perjalanan kereta api tambahan agar masyarakat tetap memiliki pilihan transportasi untuk melanjutkan aktivitas,” ujar Feni.
Mengingat kondisi alam yang diwarnai abu vulkanik, Feni juga mengimbau para penumpang dan masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan serta keselamatan selama perjalanan.
“Kami mengimbau masyarakat dan pelanggan untuk tetap menggunakan masker, kacamata pelindung, mengurangi aktivitas di area terbuka, serta mematuhi arahan petugas. Pastikan juga barang bawaan, terutama makanan dan minuman, tersimpan dalam wadah tertutup rapat,” pungkasnya. (dea/rit)




