Gudang Batubara Eks Pabrik Sritex Terbakar, Hanguskan Mobil dan Gudang


JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO — Keheningan malam di kawasan Jalan Samanhudi, Jetis, Sukoharjo mendadak pecah pada Sabtu (6/6) malam. Ruang penyimpanan batu bara di area Spinning 1 bekas pabrik tekstil legendaris PT Sritex 1 hangus terbakar. Amuk si jago merah sempat memicu kepanikan lantaran lokasinya yang berdampingan ketat dengan ruang alat berat bernilai tinggi.

Beruntung, kesigapan armada Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Sukoharjo berhasil mengadang laju lidah api. Respons super cepat petugas membuat kebakaran masif dapat dilokalisasi sebelum melumat fasilitas vital lain di sekitarnya.

Kepala Bidang (Kabid) Damkar Satpol PP Kabupaten Sukoharjo, Margono, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan kedaruratan tepat pukul 21.17 WIB. Menyadari risiko tinggi di area eks industri tersebut, petugas langsung diterjunkan hanya dalam waktu dua menit setelah alarm berbunyi.

Baca juga:  RSUD Pandan Arang Boyolali Buka Bangsal Baru Untuk Pasien COVID-19

“Tim berangkat pukul 21.19 WIB dan tiba di lokasi sekira pukul 21.33 WIB. Proses pemadaman dimulai pukul 21.41 WIB hingga dilanjutkan dengan pendinginan untuk menurunkan suhu panas di area batu bara,” ujar Margono saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.


Berdasarkan pemeriksaan awal, petaka ini diduga kuat dipicu oleh fenomena peningkatan suhu internal batu bara secara alami akibat cuaca kemarau yang menyengat. Akumulasi panas yang tersimpan di dalam tumpukan material tersebut akhirnya memicu munculnya bara api tersembunyi.

Indikasi bahaya sebenarnya sudah sempat terendus oleh petugas keamanan perusahaan sejak siang hari sekira pukul 12.30 WIB ketika melihat kepulan asap.

Kendati sempat dilakukan upaya pemadaman mandiri dan situasi dinilai terkendali, embusan angin malam yang kencang justru menghidupkan kembali bara api saat patroli malam dilakukan pukul 21.30 WIB. Asap pekat terlihat membubung tinggi setelah tumpukan karung dan komponen karet pada mesin produksi batu bara mulai terlalap.

Baca juga:  8.000 Warga NU Gelar Apel Akbar Hari Santri

Dalam operasi tersebut, Damkar Sukoharjo mengerahkan dua armada andalannya, yakni satu unit mobil pancar dan satu unit mobil suplai, dengan menghabiskan sedikitnya 15.000 liter air untuk menjinakkan api.

Petugas di lapangan sempat menghadapi kendala pelik berupa minimnya cahaya akibat lokasi kejadian yang gelap gulita.

Meskipun demikian, sinergi taktis antara personel Damkar, Polres Sukoharjo, Brimob, dan tim keamanan internal perusahaan berhasil memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. (dea/rit)


TERKINI

90 PSN di Kudus Masuk Fase Finalisasi

Rekomendasi

...