Pemkab Kudus Sisir 1.500 Anak Tidak Sekolah


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Pemkab Kudus tancap gas mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui penguatan sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Langkah strategis ini ditegaskan Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral yakni Disdikpora, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), serta Dinas Sosial P3AP2KB, di Pendapa Belakang Kabupaten Kudus, Senin (7/9).

Dalam kesempatan itu, Sam’ani menekankan bahwa indikator penilaian dari pemerintah pusat sangat kompleks. Oleh karena itu, ia menginstruksikan seluruh jajaran birokrasi, mulai dari kepala dinas, kepala bidang, hingga sub-koordinator (sub-kor), untuk bahu-membahu menjaga ketertiban data.

‘’Hari ini kita lakukan rakor tentang pendidikan, kesehatan, maupun sosial, di mana ada beberapa indikator yang dinilai oleh pemerintah pusat, salah satunya adalah IPM. Ini mencakup indeks kesehatan, pendidikan, hingga pendapatan masyarakat. Karena parameternya banyak sekali, saya minta teman-teman dari tingkat kepala dinas sampai sub-kor membantu dalam ketertiban data,’’ ujar Sam’an.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Dituntut Tuntaskan Masalah RTLH

Salah satu sorotan utama dalam rakor tersebut adalah temuan data mengenai 1.500 anak di Kabupaten Kudus yang terdeteksi tidak bersekolah. Merespons temuan ini, Sam’ani menginstruksikan Disdikpora, Dinas Sosial, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) untuk segera turun ke lapangan guna menyisir dan memetakan faktor penyebab utama di setiap kasus.

‘’Dari data 1.500 anak yang tidak sekolah ini, dinas terkait harus menyisir lagi. Kita cari tahu apa faktor utamanya, apakah karena masalah ekonomi, problem sosial, atau kondisi keluarga. Setelah dipetakan, langsung kita lakukan intervensi,” tegas Bupati.

Sam’ani juga menegaskan, Pemda Kudus berkomitmen memaksimalkan berbagai program bantuan yang ada, guna mengembalikan anak-anak tersebut ke bangku sekolah.

Baca juga:  Dua Aktivis Ditahan, DPRD Pati juga Dukung Rekonsiliasi 

Upaya intervensi ini akan mengoptimalkan program nasional seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), beasiswa daerah, serta kolaborasi dengan lembaga filantropi seperti Baznas, Lazismu, dan Lazisnu.

‘’Target utamanya adalah mendongkrak capaian angka Harapan Lama Sekolah (HLS) di Kabupaten Kudus,’’ tegasnya. (han/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...