JATENGPOS. CO. ID, SEMARANG– Gerak cetap pemerintah provinsi Jawa Tengah bersama Pemkot Semarang dalam menangani sampah pasca pembukaan MTQ patut diacungi jempol.
Setelah acara pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026, Sabtu malam (12 September 2026), di Lapangan Pancasila Simpang Lima, kawasan tersebut langsung dibersihkan dari sampah.
Tidak lama setelah acara selesai, tim kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) langsung terjun membersihkan sampah di sejumlah ruas jalan. Khususnya Jl Pahlawan yang menjadi pusat berkumpulnya ribuan siswa, yang ikut nyanyi bersama Mars MTQ.
Pukul 23.29, tim kebersihan membersihkan sampah Jl Pahlawan dan Jl Pleburan. Pukul 00.03, tim lain membersihkan Jl Pahlawan Mugasari dan Jl Imam Barjo. Pukul 00.38, tim juga membersihkan Patung Kerbau Jl Simpanglima Mugasari Semarang Selatan. Hingga Minggu dinihari Pukul 01.00, semua ruas jalan dan lapangan Simpanglima sudah bersih kembali seperti semula.
Walikota Semarang, Agustina Wilujeng, mengatakan, umtuk penanganan pascaacara, DLH Kota Semarang menyiagakan 20 personel. Lima personel bertugas menyisir Lapangan Simpang Lima bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP).
Sedangkan 15 personel lainnya menyisir kawasan lingkar luar, mulai Jalan Pahlawan, Jalan Pandanaran, sejumlah venue hingga kawasan kuliner yang menjadi pusat aktivitas selama MTQ.
DLH mengerahkan armada pengangkut sampah berupa dua kontainer dan dua dump truck. Sementara DPKP menyiapkan tiga dump truck. Dengan kapasitas maksimal sekitar lima ton per unit, total kapasitas angkut yang disiapkan mencapai sekitar 35 ton.
“Kami ingin MTQ Nasional ini sukses penyelenggaraannya, tetapi juga sukses memberikan kenyamanan kepada masyarakat. Karena itu begitu kegiatan selesai, penanganan sampah langsung dilakukan. Jangan sampai kemeriahan acara meninggalkan persoalan kebersihan,” kata Agustina usai acara, di Simpang Lima, Sabtu, (12/9/2026) malam.
“Ini bentuk kesiapan kita. Kita siapkan armada dan personel sesuai kebutuhan lapangan. Setelah massa bubar, petugas langsung menyisir dan mengangkut sampah supaya kawasan Simpang Lima dan sekitarnya kembali bersih,” ujar Agustina.
Penanganan sampah tidak berhenti setelah pembukaan saja. Pasalnya, MTQ Nasional XXXI masih berlangsung hingga 20 September 2026. Aktivitas kafilah, panitia, tamu, pelaku usaha, dan masyarakat juga tersebar di berbagai lokasi. Karena itu, sasaran kebersihan mencakup venue perlombaan, area kuliner, kawasan pameran, hingga titik aktivitas kafilah dan masyarakat.
“Penanganan dilakukan melalui koordinasi lintas perangkat daerah. DLH bersama DPKP fokus menangani kawasan Simpang Lima, sedangkan Dinas Pekerjaan Umum menangani area di luar lingkar, terutama saluran dan drainase,” imbuhnya.
“Kami tidak bisa hanya berpikir bagaimana mengangkut sampah sebanyak-banyaknya. Yang lebih penting adalah bagaimana sampah itu dikurangi, dipilah, dan dikelola sejak dari sumbernya. Ini menjadi pekerjaan bersama selama MTQ berlangsung,” ujarnya.
Ia pun mengajak masyarakat, kafilah, dan panitia ikut menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya dan melakukan pemilahan jika memungkinkan.
“Pemerintah sudah menyiapkan petugas dan fasilitasnya, tinggal kita bersama-sama menjaga. Target kita jelas: MTQ sukses, masyarakat nyaman, pelayanan berjalan, dan Kota Semarang tetap bersih. Ini tanggung jawab kita bersama sebagai tuan rumah,” pungkasnya. (*)




