Menteri PPA Ajak Anak FAKAS tak Sekedar Berprestasi, Tapi Jadi Pelapor dan Pelopor


JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Menjadi generasi muda tidak cukup hanya dengan mengejar prestasi akademik. Anak-anak juga dituntut mampu membaca persoalan di lingkungan sekitarnya, beradaptasi, serta berani mencari solusi.

Pesan itu disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Dr. Hj. Arifatul Choiri Fauzi saat berdialog dengan anak-anak yang tergabung dalam Forum Anak Kabupaten Semarang (FAKAS) di ruang utama Rumah Dinas Wakil Bupati Semarang, Ungaran, Minggu (13/9/2026) siang.

Didampingi Wakil Bupati Semarang Hj. Nur Arifah, Arifatul mendorong anak-anak FAKAS untuk terus mengembangkan kreativitas dan inovasi. Menurutnya, tantangan generasi muda ke depan semakin kompleks sehingga membutuhkan kemampuan untuk beradaptasi sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan sosial.

Baca juga:  TMMD ke-129 di Cukil Tengaran, 13 Rumah Tak Layak Huni Disulap Jadi Layak

“Di forum anak ini, adik-adik belajar bertanggung jawab secara sosial. Anda sekalian menjadi pelapor sekaligus pelopor di tengah teman-teman lainnya,” ujarnya.

Menurut Arifatul, keberadaan forum anak bukan sekadar menjadi wadah berkumpul atau menjalankan kegiatan bagi anak-anak. Lebih dari itu, forum tersebut menjadi ruang bagi anak untuk menyampaikan suara, menyuarakan persoalan yang dihadapi, sekaligus ikut mengambil bagian dalam pembangunan.

Karena itu, ia mendorong para anggota FAKAS agar tidak berhenti pada pencapaian pribadi. Anak-anak diharapkan mampu menjadi bagian dari perubahan positif di lingkungan masing-masing.

Dialog tersebut turut dihadiri Kepala DP3AKB Jawa Tengah Ema Rahmati dan Kepala DP3AKB Kabupaten Semarang Dewanto Leksono Widagdo.

Baca juga:  Melanggar Disiplin, Lima ASN Pemkab Semarang Dipecat

Ketua FAKAS periode 2024-2026, Rani Aulia Rahman, menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada anak-anak FAKAS untuk berdialog langsung dengan Menteri PPA.

Rani mengatakan, Pemerintah Kabupaten Semarang selama ini telah memberikan ruang bagi anak-anak untuk terlibat dan berpartisipasi dalam pembangunan daerah.

Salah satu bentuk partisipasi tersebut diwujudkan melalui penyusunan polling suara anak. Aspirasi yang dihimpun dari anak-anak itu kemudian disampaikan kepada Bupati Semarang sebagai bahan masukan dalam pembangunan daerah.

“Kami membuat polling suara anak untuk disampaikan kepada Bupati sebagai bentuk partisipasi anak mendukung pembangunan daerah,” pungkas Rani. (muz)


TERKINI

Rekomendasi

...