JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus mencatat penyerapan atau realisasi belanja pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) periode Januari–Agustus 2026 telah mencapai Rp1,31 triliun. Angka ini setara dengan 57,73 persen dari total alokasi anggaran tahun ini yang berada di angka Rp2,28 triliun.
Kepala BPPKAD Kabupaten Kudus, Djati Solechah, menjelaskan bahwa realisasi tersebut mencakup komponen belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, dan belanja transfer. Meski angka penyerapan dinilai belum maksimal, Dia menegaskan hal tersebut bukan menjadi cerminan lambatnya progres proyek fisik di lapangan.
‘’Ada kegiatan fisik yang pengerjaannya dibiayai total secara mandiri oleh pemenang lelang, di mana tagihan baru diajukan setelah proyek rampung 100 persen. Ada juga yang menggunakan sistem termin. Hal ini membuat serapan anggaran belum terlihat maksimal di sistem karena masih menunggu administrasi dari pihak ketiga,’’ ujar Djati, baru-baru ini.
Berdasarkan data BPPKAD Kudus per 31 Agustus 2026, porsi serapan anggaran terbagi ke dalam empat sektor utama. Belanja Operasi menjadi komponen serapan terbesar dengan realisasi Rp1,083 triliun atau 62 persen dari pagu Rp1,73 triliun.
Lalu belanja transfer terealisasi sebesar Rp163,34 miliar atau 68,19 persen dari anggaran Rp239,55 miliar. Sedang belanja modal, telah terserap Rp68,63 miIiar atau 22,94 persen dari total anggaran Rp299,27 miliar.
‘’Sedangkan belanja tidak terduga sudah terserap Rp1,39 miliar atau 20,69 persen dari alokasi Rp6,73 miliar,’’ paparnya.
Masih kata Djati, dilihat dari sebaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) menjadi instansi dengan suntikan dana sekaligus serapan nominal terbesar, yakni mengalir sebesar Rp404,454 miliar (60,07 persen) dari pagu Rp673,254 miIiar.
Posisi kedua ditempati RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus yang telah membelanjakan Rp202,190 miliar (48,95 persen) dari anggaran Rp413,06 miliar. Sementara BPPKAD berada di urutan ketiga dengan serapan Rp177,89 miliar (63,90 persen) dari total dana Rp278,411 miliar.
‘’Angka penyerapan ini akan terus bergerak dinamis hingga akhir tahun anggaran 2026. Guna memastikan program pembangunan berjalan optimal, Pemkab Kudus bergerak cepat dengan membentuk desk percepatan penyerapan anggaran yang dipimpin langsung oleh Asisten II Setda Kudus untuk memonitor kinerja setiap OPD secara berkala,’’ pungkasnya. (han/rit)




