10 Tahun The Wujil, Pasar Rakyat Jadi Panggung UMKM Kabupaten Semarang


JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Perayaan satu dekade The Wujil Resort & Conventions tak sekadar menjadi pesta ulang tahun. Di tengah kemeriahan Pasar Rakyat Wujilday 2026, puluhan pelaku UMKM lokal mendapat ruang untuk memperkenalkan sekaligus menjajakan produk mereka kepada masyarakat.

Sebanyak 33 tenant UMKM ambil bagian dalam gelaran tersebut. Kegiatan itu juga mendapat dukungan dari 80 pihak sponsor, membuat perayaan 10 tahun The Wujil berlangsung semarak sekaligus membawa pesan tentang pentingnya kolaborasi untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.

Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Semarang. Pemkab menilai keterlibatan sektor perhotelan dalam membuka ruang bagi UMKM merupakan bentuk nyata kolaborasi antara dunia usaha dan masyarakat.

General Manager The Wujil, Ahmad Solela, mengatakan Wujilday 2026 menjadi momentum bagi perusahaan untuk merayakan perjalanan selama 10 tahun sekaligus berbagi manfaat dengan lingkungan sekitar.

“Di usia yang ke-10 ini, The Wujil tidak hanya ingin menjadi pusat akomodasi unggulan, tetapi juga ingin memberikan manfaat langsung bagi warga sekitar,” kata Ahmad.

Menurut dia, keterlibatan 33 tenant UMKM dan dukungan 80 sponsor menunjukkan bahwa kolaborasi dapat membuka peluang yang lebih besar bagi produk-produk lokal untuk dikenal masyarakat.

Bagi The Wujil, keberadaan UMKM bukan sekadar pelengkap sebuah acara. Ruang bagi pelaku usaha lokal juga terus disiapkan di lingkungan hotel.

Ahmad menyebut The Wujil telah memiliki Pojok UMKM yang dimanfaatkan sebagai pusat oleh-oleh bagi para tamu. Dengan begitu, produk lokal tidak hanya mendapatkan panggung saat Wujilday, tetapi juga memiliki ruang promosi yang dapat diakses pengunjung hotel.

Baca juga:  Keroyok Kemiskinan di Jateng, 1.750 Pelaku Usaha Mikro dapat Suntikan 

UMKM Jadi Penggerak Ekonomi Warga 

Apresiasi juga disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Semarang, Heru Subroto, yang hadir mewakili Bupati Semarang Ngesti Nugraha.

Heru menyampaikan ucapan selamat atas satu dekade perjalanan The Wujil sekaligus mengapresiasi konsistensi hotel tersebut menggandeng pelaku UMKM.

“Atas nama Bapak Bupati Semarang, saya mengucapkan Dirgahayu ke-10 untuk The Wujil Resort. Kami sangat berterima kasih sekali karena The Wujil Resort ini sudah menggandeng UMKM,” ujarnya.

Ia menilai sektor UMKM memiliki peran strategis dalam menopang ekonomi kerakyatan di Kabupaten Semarang. Terlebih, jumlah pelaku UMKM di daerah tersebut cukup besar.

Saat ini tercatat sekitar 60.000 UMKM di Kabupaten Semarang. Menurut Heru, besarnya jumlah tersebut menunjukkan bahwa UMKM memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan sumber penghasilan masyarakat.

Karena itu, dukungan dari sektor swasta, termasuk hotel dan pelaku usaha lainnya, dinilai penting untuk memperluas akses UMKM terhadap pasar.

Pemkab Semarang juga mendorong pengembangan UMKM melalui kolaborasi lima unsur atau pentahelix, yakni pemerintah, swasta, asosiasi, akademisi, serta media dan media sosial.

Kelima unsur tersebut dinilai memiliki peran masing-masing, mulai dari penyusunan kebijakan, pembukaan akses pasar, pendampingan, pengembangan kapasitas, hingga promosi produk melalui kanal digital.

Baca juga:  Puluhan Korban Penipuan Perumahan Wadul DPRD, Komisi C Kawal Janji Pengembang akan Refund

“Media dan media sosial sekarang juga sangat penting untuk promosi digital,” kata Heru.

Selain kolaborasi, pemerintah juga mendorong semakin banyak ruang publik yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM.

Heru menyebut terdapat komitmen agar 30 persen fasilitas umum dapat menyediakan ruang bagi UMKM, termasuk melalui keberadaan Pojok UMKM.

“Seperti di hotel, stasiun, terminal, dan bandara, itu keharusan untuk punya Pojok UMKM. Di Pemkab Semarang sendiri, hal ini sudah mulai berjalan di kantor Setda dan Dinas Koperasi,” jelasnya.

Bagi Pemkab Semarang, semakin banyak ruang yang tersedia bagi UMKM berarti semakin terbuka pula kesempatan bagi produk lokal untuk bertemu konsumen.

Perayaan 10 tahun The Wujil akhirnya menjadi lebih dari sekadar seremoni. Di balik panggung hiburan dan keramaian Pasar Rakyat Wujilday 2026, ada 33 pelaku UMKM yang mendapat kesempatan memperluas pasar, serta dukungan puluhan pihak yang ikut menghidupkan kegiatan.

Ke depan, Pemkab Semarang berharap langkah The Wujil dapat menjadi contoh bagi lebih banyak perusahaan swasta, hotel, maupun instansi pemerintah untuk membuka ruang yang lebih luas bagi UMKM lokal.

Sebab, ketika ruang promosi semakin terbuka dan kolaborasi semakin kuat, produk-produk UMKM tak hanya berhenti di etalase, tetapi memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh bersama ekonomi masyarakat Kabupaten Semarang. (muz)


TERKINI

Rekomendasi

...