Tekun Asah Vokal, Ranaya Qauliya Putri Raih Sederet Prestasi Berkelas


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Dunia tarik suara telah menjadi bagian dari perjalanan Ranaya Qauliya Putri sejak usia lima tahun. Siswi kelas 8 SMP Negeri 3 Semarang ini mulai mengenal dunia vokal melalui les menyanyi dan hingga kini masih terus mengasah kemampuan bernyanyinya.

Ranaya saat ini belajar vokal di Joyful Music Course bersama coach Miss Elis. Kecintaannya terhadap musik juga terus dibuktikan melalui berbagai kompetisi menyanyi yang diikutinya di sejumlah daerah.

Putri dari Agung Budiyono tersebut telah mengoleksi berbagai prestasi di bidang tarik suara. Beberapa di antaranya adalah Juara 3 Jingle Pak Rahman tingkat Kota Semarang tahun 2023, Juara 3 Solo Vocal tingkat Provinsi dalam Pelita Mice Festival Warisan Nusantara di Yogyakarta, serta Juara 1 Solo Vocal OST film layar lebar Maju di Kota Solo.

Tak hanya itu, ia juga meraih juara 3 lomba menyanyi tingkat kota event Jiwa Kanjuruhan dan masuk grandfinal ke kota Malang Jawa Timur lanjut tingkat provinsi, pada akhir Oktober 2026 ini.

Berbagai prestasi lainya juga mampu diraihnya, seiring olah kemampuan vokalnya semakin matang.

Baca juga:  Gelar Expo Sambut Liburan Imlek, Museum KA Ambarawa Hadirkan 30 UMKM

Kemampuan Ranaya tidak hanya terlihat di bidang nonakademik. Di sekolah, ia juga aktif mengikuti berbagai perlombaan akademik, termasuk lomba sains dan mata pelajaran lainnya, baik melalui bimbingan belajar maupun kegiatan sekolah.

Keseriusan Ranaya di dunia musik juga diwujudkan melalui karya. Saat ini, ia telah memiliki empat single.

Tiga di antaranya berjudul Tepo Seliro, Kalau Cinta, dan Tanpa Dendam Tanpa Beban, yang seluruhnya diciptakan oleh Rulli Aryanto dan dirilis melalui Senada Digital Records. Sementara satu single lainnya berjudul Doa Baik, ciptaan Helmy dan dirilis melalui Presiden Musik Indo.

Terbaru gadis belia murah senyum ini, juga  tampil memukau di Folkfore Festival Kota Lama Semarang 2026, dengan mengusung budaya Aceh, belum lama ini.

Ia menyanyikan sekaligus menarikan lagu Bungong Jeumpa dengan aransemen yang dibuat berbeda dari versi yang umum dikenal.

“Perjalanan karir bernyanyi saya, tidak lepas dari dukungan orang tua. Selain memberi kebebasa saya untuk menekuni hobi bernyanyi, orang tua juga menerapkan kedisiplinan membangi waktu dengan pendidikan,” katanya, Kepada JATENG POS, Kamis (24/9).

Baca juga:  Perut Ikan Bagong Ditutup Kertas Kuning, Agar Tidak Bobol Saat Diasap

Ranaya yang mempunyai mimpi menjadi penyanyi dan pengusaha ini, optimis karir bernyanyinya bisa berjalan seiring dengan pendidikan yang tengah dijalaninya.

Dengan dukungan keluarga, pendidikan yang tetap dijalani, serta semangat untuk terus belajar, perjalanan Ranaya di dunia tarik suara masih panjang, dalam proses seorang remaja Semarang dalam menapaki mimpi di dunia musik.

Sang ayah, Agung Budiyono, mengatakan dukungan diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari ide, waktu, tenaga, hingga semangat agar Ranaya tetap menikmati setiap proses yang dijalani.

“Sebagai orang tua, tentunya terus memberikan dukungan berupa ide, waktu, dan tenaga yang dikelola menjadi satu supaya bisa maksimal. Kami juga terus menyemangati karena prosesnya masih panjang,” ujar Agung.

Selain olah kemampuan bernyanyi Ranaya yang semakin dikenal masyarakat, juga memiliki ciri khas dalam bernyanyi dan mampu menyampaikan pesan dari setiap lagu kepada pendengar. (ucl/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...