Berkendara Aman Saat Musim Kemarau dan Menghadapi Debu di Jalan


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Musim kemarau bukan berarti perjalanan menggunakan sepeda motor bebas dari risiko. Kondisi jalan yang kering dan berdebu justru membutuhkan kewaspadaan lebih karena debu dapat mengganggu jarak pandang hingga memengaruhi daya cengkeram ban.

Debu yang beterbangan juga berpotensi masuk ke mata dan saluran pernapasan pengendara. Kondisi jalan yang bercampur pasir atau material lain juga dapat membuat permukaan jalan lebih licin sehingga pengendara perlu menyesuaikan cara berkendara.

Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng Mukammad Aldy Irvansyah menjelaskan, berkendara saat musim kemarau membutuhkan perhatian terhadap kondisi lingkungan, kendaraan dan perlengkapan berkendara. Menurutnya, pengendara harus mampu mengantisipasi perubahan kondisi jalan yang tidak selalu dapat diprediksi.

“Kita tidak tahu kondisi lingkungan di depan seperti apa. Saat berkendara, kita tidak bisa sepenuhnya mengontrol kondisi jalan. Namun, kita bisa mengendalikan bagaimana bereaksi terhadapnya. Jangan biarkan kondisi lingkungan menjadi bencana,” kata Aldy.

Salah satu langkah penting adalah menggunakan perlengkapan berkendara secara lengkap. Helm berstandar SNI, jaket, sarung tangan dan sepatu tetap wajib digunakan, sedangkan helm dengan visor tertutup dapat membantu melindungi mata dari debu.

Baca juga:  Pertamina Lakukan Penebalan Stok LPG hingga 394.000 Tabung

Pengendara juga dapat menggunakan masker untuk mengurangi paparan debu, terutama ketika melintasi kawasan konstruksi atau jalan yang banyak material beterbangan. Perlengkapan tersebut membantu pengendara tetap nyaman sekaligus menjaga konsentrasi selama perjalanan.

Kecepatan juga perlu disesuaikan ketika kondisi jalan berdebu. Jarak pandang yang berkurang membuat pengendara sebaiknya mengurangi kecepatan secara bertahap dan menghindari pengereman maupun manuver secara mendadak.

Kondisi jalan yang bercampur debu dan pasir dapat mengurangi daya cengkeram ban. Karena itu, menjaga keseimbangan kendaraan dan melakukan manuver secara halus menjadi bagian penting dari upaya #Cari_Aman.

Jarak aman dengan kendaraan di depan juga perlu diperhatikan, khususnya ketika berada di belakang truk atau bus. Hembusan angin dari kendaraan besar dapat membuat debu semakin beterbangan dan mengganggu pandangan pengendara.

Memberikan jarak lebih panjang membuat pengendara memiliki waktu lebih untuk bereaksi. Jarak tersebut juga membantu menghindari debu maupun pasir yang mungkin terlempar dari kendaraan di depan.

Baca juga:  DJP Catat Penerimaan Pajak Ekonomi Digital Rp57,23 Triliun

Kondisi kendaraan tidak kalah penting untuk diperhatikan selama musim kemarau. Debu yang menumpuk dapat masuk ke sejumlah komponen kendaraan dan mengganggu kinerja apabila tidak dibersihkan secara rutin.

Pengendara disarankan membersihkan sepeda motor, terutama bagian lampu, kaca spion, area roda dan komponen lain yang mudah terkena debu. Perawatan rutin membantu menjaga kendaraan tetap dalam kondisi optimal selama digunakan.

Selain kondisi jalan, pengendara juga perlu mengantisipasi kejutan dari pengguna jalan lain. Debu yang tiba-tiba beterbangan dapat membuat pengendara lain melakukan pengereman keras, berpindah jalur atau berbelok secara mendadak.

Aldy menegaskan, antisipasi menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan berkendara selama musim kemarau. Debu, pasir, silau matahari dan perubahan kondisi permukaan jalan perlu menjadi perhatian setiap pengendara.

“Pertama, gunakan perlengkapan berkendara secara lengkap. Kedua, kurangi kecepatan saat kondisi berdebu. Ketiga, jaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Keempat, bersihkan kendaraan secara rutin. Kelima, selalu waspada terhadap kejutan dari pengguna jalan lainnya,” pungkasnya.(aln)


TERKINI

Rekomendasi

...