Royal Ethno Carnival Meriahkan Ambal Warsa Ke-346 Kartasura


JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO — Ribuan warga memadati kawasan Jalan Slamet Riyadi hingga Petilasan Benteng Keraton Kartasura untuk menyaksikan Kirab Budaya dan Kartasura Royal Ethno Carnival, Minggu (11/10) pagi. Perhelatan yang digelar untuk memeriahkan Ambal Warsa ke-346 Kartasura ini menghadirkan beragam pesona seni tradisional hingga kreativitas lokal masyarakat setempat.

Kegiatan diawali sekitar pukul 07.30 WIB dengan mengambil titik keberangkatan dari halaman Kafe Kopi Heika di kawasan Car Free Day (CFD) Kelurahan Ngadirejo. Para peserta kemudian menyusuri rute parade menuju panggung utama yang berlokasi di kawasan Petilasan Benteng Keraton Kartasura.

Sebanyak 25 kontingen ambil bagian dalam pawai ini. Unsur peserta yang terlibat sangat beragam, mulai dari prajurit dan kerabat Keraton Surakarta Hadiningrat, perwakilan desa dan kelurahan, komunitas seni, kelompok reog, perguruan pencak silat, hingga jajaran pelajar se-Kecamatan Kartasura.

Baca juga:  MIRISSS !!! 37 Kaca Jendela SD 2 Gunungsari Dirusak Orang Tak Dikenal

Antusiasme masyarakat terlihat melimpah di sepanjang jalan yang dilalui para peserta. Perpaduan antara keagungan tradisi keraton, semangat kesenian rakyat, serta inovasi generasi muda menjadi magnet utama yang menghidupkan suasana perayaan hari jadi tahun ini.

Jajaran pejabat daerah turut hadir memberikan dukungan secara langsung. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo hadir didampingi Sekretaris Daerah Abdul Haris Widodo serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kartasura.

Dalam arahannya, Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, jajaran UIN Raden Mas Said, Forkopimcam, serta masyarakat yang telah menyukseskan pergelaran Festival Seni Budaya dan Ekonomi Kreatif (FESTRA).

“Peringatan hari jadi Kartasura bukan sebatas rutinitas tahunan semata. Agenda ini dipandang sebagai langkah krusial dalam merawat akar sejarah sekaligus memicu akselerasi pembangunan daerah,” ujar Eko Sapto Purnomo.

Baca juga:  MPN Edukasi Literasi Media dan Sejarah Pers di SMKN 2 Surakarta

Melalui Kartasura Royal Ethno Carnival dan Kirab Budaya, masyarakat membuktikan bahwa nilai-nilai seni tradisional sanggup menyatu dan berjalan selaras dengan kreativitas era modern.

Selain aspek kebudayaan, Sapto menggarisbawahi pentingnya dampak ekonomi dari keterlibatan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, perayaan budaya harus mampu menjadi motor penggerak ekonomi warga sekitar dengan menyediakan ruang promosi bagi produk lokal.

“Kirab budaya ini bukan sekadar parade visual, melainkan wadah untuk menampilkan kekayaan tradisi, kreativitas, serta memelihara nilai gotong royong antarwarga Kartasura.” Tegas Eko Sapto.

Seluruh rangkaian acara ditutup dengan pertunjukan seni dari masing-masing kontingen di panggung utama sisi selatan benteng petilasan. Momen Ambal Warsa ke-346 ini menjadi sarana penting bagi warga untuk menjaga warisan sejarah Kartasura sekaligus mempererat tali silaturahmi. (dea/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...