JATENGPOS.CO.ID, PATI – Aksi pencurian puluhan pakaian dalam wanita di Desa Jembangan RT 08/RW 02, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, viral di media sosial. Dalam rekaman kamera pengawas (CCTV) milik korban, seorang pria misterius yang mengenakan hoodie merah diduga mencuri pakaian dalam tersebut sebanyak dua kali, yakni pada 1 dan 12 Oktober 2026.
Meski rekaman kejadian telah beredar luas dan menjadi perbincangan warga, hingga Kamis (15/10/2026), Polsek Batangan belum menerima laporan resmi dari korban.
Kapolsek Batangan, AKP M. Setiawan, mengatakan pihaknya telah menerjunkan unit intelijen ke lokasi bersama perangkat desa untuk melakukan deteksi awal dan memantau situasi.
“Belum ada laporan polisi, dan intel baru melakukan deteksi,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Kamis (15/10/2026).
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun di lokasi, pria yang diduga sebagai pelaku tersebut bukan warga setempat. Polisi masih melakukan pemantauan untuk mengetahui lebih lanjut terkait kejadian yang meresahkan warga itu.
Sementara itu, Kepala Desa Jembangan, Padang Jumadi, mengungkapkan bahwa korban berinisial Y merupakan warga yang memiliki KTP Desa Kedalon. Korban diketahui tinggal bersama suami dan mertuanya di Desa Jembangan untuk menjalankan usaha dagang.
Menurut Padang, informasi mengenai dugaan pencurian pakaian dalam tersebut sebenarnya telah beredar di kalangan warga sejak September lalu. Namun, pihak korban belum menyampaikan laporan secara resmi kepada pemerintah desa.
“Pihak korban tidak ada laporan ke desa. Infonya sebulan lalu dapat kabar kalau korban cerita ada orang ambil daleman, dicuri sopir truk,” ujar Padang.
Padang menjelaskan, lokasi Desa Jembangan yang berada di dekat jalur Pantai Utara (Pantura) membuat kawasan tersebut kerap menjadi tempat singgah pengemudi kendaraan besar, khususnya sopir truk yang melintas antarkota maupun antarprovinsi.
Para sopir biasanya memarkirkan kendaraan di bahu jalan, tak jauh dari gapura desa, untuk beristirahat sejenak. Kondisi tersebut membuat keberadaan orang asing di sekitar lokasi sebelumnya tidak terlalu menimbulkan kecurigaan warga.
Pemerintah Desa Jembangan mengimbau korban agar melaporkan kejadian tersebut secara resmi kepada pihak berwenang. Pihak desa juga menyatakan siap membantu apabila korban membutuhkan pendampingan dalam proses pelaporan, demi menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan. (ida/rit)







