Tempa Mental Psikologi, Memanen Emas Taekwondo

JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Medali emas yang berkilau tidak pernah datang dari jalan yang mudah. Di baliknya, selalu ada keringat, air mata, dan komitmen yang enggan padam. Prinsip inilah yang menghantarkan Evyta Novellia Putri, sukses menyabet Juara 1 kategori Poomsae Semi Prestasi Senior Individual Putri Gubernur Jateng Cup Taekwondo Open Tournament 2026.

Mahasiswi Program Studi Psikologi Universitas Muria Kudus (UMK) ini, taekwondo bukan lagi sekadar olahraga bela diri asal Korea Selatan. Olahraga ini telah mendarah daging dalam hidupnya selama lebih dari sebelas tahun. Mengingat ejak ia masih duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar (SD).

Perjalanannya dimulai dari rasa bosan terhadap kegiatan ekstrakurikuler tari. Evyta kecil ingin mencoba tantangan baru, saat sekolahnya membuka kelas taekwondo. Atas restu almarhum sang ayah, ia melangkah masuk ke dunia matras dengan satu syarat mutlak.

Baca juga:  Bulog Pati Distribusikan 3000 Ton Beras Bantuan

‘’Papa bilang boleh ikut, tapi harus serius latihan. Bukan hanya untuk main-main,’’ kenang pesan ayahnya.

Pesan itu dibuktikannya dengan konsistensi tinggi. Pada kejuaraan perdananya di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2015, Evyta langsung menyabet Juara 1 tingkat Kabupaten Kudus dan melenggang ke tingkat Karesidenan Pati. Momentum itu menjadi bahan bakar bagi Evyta, untuk terus menekuni taekwondo hingga naik ke jenjang sabuk hitam.

Memasuki kehidupan kampus di UMK, ujian sesungguhnya bagi seorang atlet mahasiswa dimulai. Evyta dituntut cerdas membagi waktu antara tumpukan tugas kuliah Psikologi dan jadwal latihan yang menguras fisik.

Persiapan menuju Gubernur Jateng Cup 2026 yang dimulai sejak Mei lalu menemui fase terberatnya pada bulan Juni. Jadwal pemusatan latihan intensifnya bentrok dengan masa perkuliahan dan pekan ujian semester.

‘’Aku sempat kesulitan membagi waktu karena latihan bersamaan dengan kuliah, apalagi menjelang ujian. Tapi aku tetap berusaha latihan mandiri ketika ada waktu senggang,’’ ungkap Evyta.

Baca juga:  Program Guru Penggerak Dihentikan, Keuangan Sekolah Turun

Tekanan yang dihadapinya bukan sekadar letih secara fisik, namun juga beban mental yang menjalar ke pikiran. Berbekal ilmu psikologi yang dipelajarinya di bangku kuliah, Evyta mencoba bertahan dari stres dan menolak untuk menyerah pada keadaan.

‘’Cukup stres karena fisik, mental, dan pikiran benar-benar diuji. Tapi aku selalu meyakinkan diriku sendiri kalau aku bisa memberikan yang terbaik,’’ tegasnya.

Kerja keras tersebut terbayar tunai. Raihan podium tertinggi di ajang Gubernur Jateng Cup 2026 menegaskan posisi Evyta sebagai salah satu atlet poomsae senior yang diperhitungkan, sekaligus membuktikan bahwa disiplin dan manajemen waktu yang baik mampu melahirkan prestasi gemilang di tengah padatnya aktivitas akademik. (han/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...