Ahmad Luthfi Buka Bakti TNI, 150 Rumah dan 80 Titik Sumur Dibangun di Banyumas-Kebumen


JATENGPOS. CO. ID, BANYUMAS – Sebanyak 150 rumah tidak layak huni di Banyumas dan Kebumen akan direhabilitasi melalui program Bakti TNI AD untuk Rakyat 2026. Selama 60 hari, program yang melibatkan TNI, pemerintah, dan masyarakat itu juga menyasar pembangunan jalan, jembatan, sumur bor, hingga fasilitas sanitasi untuk memperbaiki kualitas hidup warga.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi membuka kegiatan tersebut di Alun-alun Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jumat, 16 Oktober 2026. Ia menilai, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar pembangunan tidak hanya berhenti pada infrastruktur, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi karena ini bentuk collaborative government dari pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat dalam bahu-membahu menyejahterakan masyarakat,” kata Luthfi seusai memimpin upacara pembukaan.

Baca juga:  Pemkab Temanggung Ajukan Program Revitalisasi Kota Pusaka Parakan

Dalam program yang digelar Kodam IV/Diponegoro itu, pembangunan fisik mencakup jalan rabat beton sepanjang total 2.255 meter, pembangunan 22 titik jembatan, serta pengeboran 80 titik sumur. Rehabilitasi 150 rumah tidak layak huni juga menjadi salah satu sasaran utama kegiatan.

Selain itu, program menyasar pembangunan fasilitas sanitasi, revitalisasi sekolah dan tempat ibadah, serta pelayanan kesehatan dan bantuan sosial. Rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk menjangkau kebutuhan masyarakat melalui pembangunan fisik maupun kegiatan sosial.

Luthfi mengatakan, bakti TNI tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur. Kegiatan sosial seperti donor darah, operasi bibir sumbing, sunatan massal, dan nikah gratis turut menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat.

Menurut dia, keterlibatan berbagai pihak perlu diikuti dengan tanggung jawab bersama dalam menjaga hasil pembangunan. Infrastruktur yang dibangun harus tetap berfungsi dan memberi manfaat bagi warga dalam jangka panjang.

Baca juga:  Polisi di Temanggung Giatkan Tadarus Al-Qur'an Selama Ramadhan

“Kami mengajak masyarakat dan pemerintah desa untuk bersama-sama menjaga dan merawat agar apa yang nanti dibangun dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang,” ujar pria yang memimpin Jawa Tengah bersama wagub Taj Yasin.

Dengan durasi pelaksanaan selama 60 hari, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah jalan, jembatan, sumur, atau rumah yang dibangun dan diperbaiki. Manfaatnya bagi warga—mulai dari akses yang lebih mudah, ketersediaan air, hingga hunian yang lebih layak—menjadi hal penting yang perlu dijaga setelah kegiatan berakhir. (*)


TERKINI

Rekomendasi

...