JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah memperkuat peran masyarakat dalam pencegahan narkoba melalui kegiatan Asistensi Relawan Antinarkotika di Hotel Silihwangi, Semarang, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan ini mendukung pengembangan Kelurahan Bersih Narkoba (Bersinar) di Kelurahan Petompon, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang.
Kegiatan tersebut melibatkan ketua RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, kader PKK, Karang Taruna, Linmas, LPMK, dan perangkat kelurahan. Mereka dibekali pengetahuan tentang bahaya narkoba, kebijakan Kelurahan Bersinar, rehabilitasi penyalahguna, serta aspek hukum narkotika.
Plt. Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Pol. Drs. Edi Swasono, M.M., menegaskan bahwa pencegahan narkoba membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, tidak hanya mengandalkan penegakan hukum. Relawan diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menyebarkan informasi akurat, memperkuat ketahanan keluarga, dan menggerakkan kepedulian lingkungan.
“Target Jawa Tengah Zero Prevalensi Narkotika membutuhkan kerja bersama, komitmen yang konsisten, dan langkah nyata yang dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Brigjen Pol Edi menambahkan, relawan berfokus pada edukasi, pencegahan, dan penghubung masyarakat dengan pihak berwenang.
“Mereka tidak bertugas melakukan penyelidikan atau penindakan. Pendekatan humanis, termasuk pemahaman mengenai akses rehabilitasi, juga menjadi bagian penting dalam penanganan persoalan narkotika,” pungkasnya.
Senada, Camat Gajahmungkur, Drs. Andreas Dwi Agung Nugroho, menekankan pentingnya sinergi pemerintah dan masyarakat agar program Kelurahan Bersinar berkelanjutan.
“Setiap unsur memiliki peran strategis, mulai dari kader PKK dalam edukasi keluarga, Karang Taruna dalam menjangkau generasi muda, hingga tokoh masyarakat dan agama dalam memperkuat ketahanan sosial,” katanya.
Sementara itu, tokoh masyarakat sekaligus peserta kegiatan, Soejatmoko, mengajak warga memulai pencegahan dari komunikasi sehari-hari, kegiatan kemasyarakatan, dan pendampingan generasi muda.
“Menjaga lingkungan dari ancaman narkoba tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah atau BNN. Kita sebagai warga memiliki tanggung jawab untuk menjaga keluarga, memperhatikan lingkungan, dan memberikan pemahaman yang benar kepada generasi muda,” ujarnya.
Melalui penguatan relawan dan kolaborasi lintas sektor, BNNP Jawa Tengah berharap Kelurahan Petompon menjadi contoh gerakan pencegahan narkoba berbasis masyarakat.
Dari keluarga hingga lingkungan kelurahan, langkah bersama ini diharapkan menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk mendukung terwujudnya Jawa Tengah Zero Prevalensi Narkotika. (ucl/rit)








