JATENGPOS.CO.ID, PURWOREJO – Kemampuan berbicara di depan umum atau public speaking menjadi salah satu keterampilan penting yang harus dikuasai mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja dan kehidupan masyarakat. Penguasaan ilmu pengetahuan dan prestasi akademik perlu diimbangi dengan kemampuan menyampaikan gagasan, membangun komunikasi, serta meyakinkan orang lain.
Hal tersebut mengemuka dalam Seminar dan Pelatihan Public Speaking dan Komunikasi bagi Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Purworejo, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan H. Wibowo Prasetyo dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Dr. Muhammad Ahsan sebagai narasumber. Hadir pula Ketua STAINU Purworejo Dr. Mustadin Taggala.
Wibowo Prasetyo mengatakan, perubahan dunia kerja menuntut lulusan perguruan tinggi tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan berkomunikasi, berpikir kritis, bekerja sama, dan menyelesaikan persoalan. Kemampuan tersebut perlu dikembangkan sejak mahasiswa masih menempuh pendidikan.
“Mahasiswa bisa memiliki pengetahuan luas dan gagasan yang bagus. Tetapi kalau tidak mampu menyampaikannya dengan baik, gagasan itu belum tentu dipahami orang lain. Karena itu, kemampuan komunikasi menjadi bagian penting dari bekal mahasiswa menghadapi masa depan,” ujar Wibowo.
Menurutnya, public speaking tidak terbatas pada kemampuan berpidato di hadapan banyak orang. Keterampilan tersebut juga diperlukan ketika mahasiswa mengikuti diskusi, mempresentasikan tugas kuliah, menghadapi ujian skripsi, menjalani wawancara kerja, hingga berinteraksi dengan masyarakat.
Wibowo mengingatkan bahwa hambatan terbesar mahasiswa dalam berbicara di depan umum sering kali bukan karena kurangnya pengetahuan, melainkan rendahnya kepercayaan diri. Banyak mahasiswa memahami materi, tetapi takut salah, gugup, atau khawatir mendapat penilaian negatif.
“Jangan menunggu percaya diri baru berani berbicara. Justru dengan sering mencoba, kepercayaan diri akan tumbuh. Public speaking bukan semata-mata bakat, tetapi keterampilan yang bisa dipelajari dan dilatih,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Muhammad Ahsan menekankan pentingnya keterampilan komunikasi sebagai bagian dari pengembangan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, kemampuan menyampaikan gagasan secara jelas dan sistematis sangat diperlukan, baik dalam dunia pendidikan, organisasi, maupun lingkungan profesional.
“Mahasiswa perlu membiasakan diri berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan berani tampil di depan umum. Kemampuan komunikasi yang baik akan membantu mereka beradaptasi dengan berbagai lingkungan dan tantangan setelah menyelesaikan pendidikan,” ujarnya.
Ketua STAINU Purworejo Mustadin Taggala mengapresiasi terselenggaranya seminar dan pelatihan tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis yang melengkapi proses pembelajaran akademik di kampus.
“Kami berharap mahasiswa tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan keagamaan, tetapi juga memiliki kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, dan keterampilan sosial yang baik. Bekal ini sangat penting ketika mereka terjun ke tengah masyarakat,” katanya.
Dalam seminar tersebut, mahasiswa juga mendapatkan pembekalan mengenai teknik berbicara, penguasaan materi, intonasi suara, bahasa tubuh, serta cara membangun komunikasi yang efektif. Peserta didorong untuk berani menyampaikan pendapat dengan tetap menghargai perbedaan pandangan.
Wibowo menambahkan, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi.
AI, katanya, dapat dimanfaatkan untuk membantu menyusun presentasi, mengembangkan gagasan, dan berlatih berbicara. Namun, teknologi tidak dapat sepenuhnya menggantikan kemampuan manusia dalam membangun kepercayaan dan menjalin hubungan sosial.





