Sekolah Sehat HiLo Sasar 11 Ribu Siswa di 11 Kota


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Nutrifood bersama Pemerintah Kota Semarang meluncurkan Program Sekolah Sehat HiLo untuk membangun ekosistem hidup sehat di lingkungan pendidikan. Program ini melibatkan siswa, guru, orang tua, hingga mitra kantin sekolah agar kebiasaan hidup sehat dapat tumbuh menjadi budaya sehari-hari.

Program yang menyasar jenjang SMP dan SMA tersebut akan berlangsung selama tiga bulan di setiap kota. Secara nasional, Sekolah Sehat HiLo ditargetkan menjangkau 11.000 siswa di 55 sekolah yang tersebar di 11 kota di Indonesia.

Area Marketing Manager Nutrifood Semarang, Bastian Zeller Marsudi, mengatakan sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan hidup sehat sejak remaja. Karena itu, pendekatan program tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga seluruh elemen yang berada di lingkungan sekolah.

“Melalui Program Sekolah Sehat HiLo, kami ingin melangkah lebih jauh dengan melibatkan seluruh ekosistem sekolah, mulai dari siswa, guru, orang tua, hingga mitra kantin, agar budaya hidup sehat dapat tumbuh secara berkelanjutan,” katanya.

Menurutnya, program tersebut merupakan pengembangan dari berbagai inisiatif edukasi kesehatan yang sebelumnya telah dilakukan Nutrifood dan HiLo. Di antaranya HiLo Body Move Challenge, Nutrifood Physical Education Teacher (NPET), serta kampanye edukasi pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL).

Bastian menjelaskan, di Kota Semarang terdapat lima sekolah yang mengikuti program tersebut. Masing-masing yakni SMPN 1 Semarang, SMPN 5 Semarang, SMAN 16 Semarang, SMA Sedes Sapientiae Semarang, dan SMA Sint Louis Semarang.

Baca juga:  Gaslink C-Cyl Perkuat Layanan Gas Bumi Subholding Gas Pertamina

Program Sekolah Sehat HiLo dilatarbelakangi pentingnya pembentukan kebiasaan sehat pada masa remaja. Sebab, sekolah menjadi salah satu tempat utama siswa menghabiskan waktu sehingga memiliki peluang besar dalam membangun pola hidup sehat.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi gizi lebih berupa overweight dan obesitas mencapai 16,2 persen pada remaja usia 13-15 tahun dan 12,1 persen pada kelompok usia 16-18 tahun. Kondisi tersebut meningkatkan risiko obesitas saat dewasa yang berkaitan dengan berbagai penyakit degeneratif.

Selain persoalan gizi, aktivitas fisik remaja juga menjadi perhatian. Data SKI 2023 mencatat 58 persen remaja usia 10-14 tahun dan 50,4 persen remaja usia 15-19 tahun memiliki tingkat aktivitas fisik yang kurang.

Padahal, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan anak dan remaja melakukan aktivitas fisik minimal 60 menit setiap hari. Kebiasaan konsumsi gula, garam, dan lemak berlebihan juga perlu dikendalikan untuk mendukung kesehatan jangka panjang.

Muhammad Jawa, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Semarang, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, sekolah menjadi lingkungan yang tepat untuk membangun kebiasaan sehat karena aktivitas pendidikan berlangsung beriringan dengan keseharian siswa.

Baca juga:  Banjir Masih Tinggi, Mbak Ita Apresiasi RSI Sultan Agung Beri Kemudahan Layanan Pasien

“Kami mendukung penuh program Sekolah Sehat yang menggandeng sekolah-sekolah terpilih. Besar harapannya ada keberlanjutan setelah program ini selesai di lima sekolah,” ungkapnya.

Dukungan serupa disampaikan perwakilan Dinas Kesehatan Kota Semarang, Ninda Ayu Pangestuti. Dia menjelaskan, pihaknya selama ini juga menjalankan program Pelayanan dan Edukasi Kesehatan Terpadu Pelajar Kota Semarang (PITERPAN) bersama sejumlah organisasi perangkat daerah untuk menjangkau berbagai sekolah.

Ninda berharap kolaborasi Nutrifood dengan sekolah dapat memperkuat edukasi kesehatan bagi pelajar. Dengan demikian, kebiasaan hidup sehat tidak hanya diterapkan selama program berlangsung, tetapi juga berlanjut dalam keseharian siswa.

Sementara itu, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Elisa Rahmania Herida, menegaskan kesehatan warga sekolah berkaitan erat dengan kondisi lingkungan. Perilaku hidup sehat akan lebih mudah terbentuk apabila didukung lingkungan yang bersih dan nyaman.

“Kami berharap program ini tidak berhenti hanya di lima sekolah terpilih, tetapi bisa dikembangkan dengan baik agar semakin banyak sekolah memahami pentingnya Sekolah Sehat,” jelasnya.

Dalam peluncuran program tersebut, para pemangku kepentingan juga menyatakan komitmen melalui Papan Komitmen Sekolah Sehat. Nutrifood berharap kolaborasi lintas sektor ini dapat menjadi fondasi terbentuknya lingkungan pendidikan yang mendukung generasi muda Indonesia lebih sehat, aktif, dan memiliki kebiasaan hidup sehat secara berkelanjutan. (aln)


TERKINI

Rekomendasi

...