Kabupaten Semarang Bersholawat Ajak Gen Z Dekat Nilai Keagamaan  


JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Lantunan sholawat menggema di Lapangan Rakyat Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Sabtu (7/11/2026) malam. Ratusan warga, santri, tokoh agama hingga jajaran pemerintah daerah larut dalam suasana religius dalam gelaran Kabupaten Semarang Bersholawat yang sekaligus menjadi penutup rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Kabupaten Semarang.

Kehadiran Muhammad Ulul Azmi Askandar Al Abshor atau yang akrab disapa Gus Azmi, vokalis grup sholawat Syubbanul Muslimin dari Pondok Pesantren Nurul Qodim, Probolinggo, semakin menyedot perhatian masyarakat. Sosok yang dekat dengan kalangan anak muda tersebut diharapkan mampu menjadikan sholawat sebagai salah satu pintu bagi generasi Z untuk semakin mencintai kegiatan keagamaan.

Kegiatan yang digelar PCNU Kabupaten Semarang bersama Pemerintah Kabupaten Semarang ini bukan sekadar perayaan penutup. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi ruang mempererat hubungan antara ulama, pemerintah, dan masyarakat sekaligus memanjatkan doa untuk keselamatan bangsa dan daerah.

Ketua Panitia Kabupaten Semarang Bersholawat, Asep Mulyana, mengatakan kegiatan tersebut merupakan puncak dari serangkaian agenda HSN 2026. Kolaborasi antara PCNU dan pemerintah daerah diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi juga melahirkan semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, generasi muda menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus. Karena itu, kehadiran Gus Azmi diharapkan dapat menjadi daya tarik sekaligus inspirasi bagi anak-anak muda untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang membawa manfaat.

Baca juga:  Kehabisan Baterai, Butuh Istirahat dan Tempat Salat Saat Mudik ? Catat Sembilan Titik Posko PKS Jateng Berikut Ini !

“Kami berharap generasi muda semakin terarah, menjauhi hal-hal negatif, serta memperkuat iman, ketakwaan, dan budi pekerti. Mereka juga memiliki kewajiban bersama untuk membangun negeri,” ujarnya.

Pesan tentang pentingnya membentengi generasi muda juga disampaikan Rais Syuriah PCNU Kabupaten Semarang, KH Fatchurrohman Tohir. Ia mengingatkan bahwa pendidikan agama tidak cukup hanya diserahkan kepada lembaga pendidikan atau pondok pesantren. Keluarga, terutama orang tua, memiliki tanggung jawab besar menanamkan nilai keimanan sejak anak-anak masih kecil.

Ia juga menegaskan bahwa makna santri sesungguhnya tidak sebatas mereka yang menetap dan menimba ilmu di pondok pesantren. Mengacu pada pesan pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy’ari, siapa pun yang ikut merawat dan mengurus NU merupakan bagian dari keluarga besar santri.

Karena itu, nilai iman, Islam, dan ihsan harus benar-benar diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.

Fatchurrohman turut menyoroti tantangan pendidikan agama di tengah derasnya arus teknologi dan media sosial. Menurutnya, kemudahan anak-anak mengakses berbagai konten digital harus diimbangi dengan pengawasan serta pendidikan keagamaan yang kuat.

“Sekarang anak-anak terkadang lebih banyak melihat TikTok, tetapi kurang memahami pendidikan agama. Ini menjadi perhatian orang tua. Pendidikan keimanan harus ditanamkan sejak kecil,” pesannya.

Baca juga:  Diresmikan, UPTD PPA Lindungi Perempuan dan Anak Korban Kekerasan
Jamaah turut melebur dalam lantunan acara Kabupaten Semarang Bersholawat peringatan HSN 2026, Sabtu (7/1/2026) malam. FOTO:IST/JATENGPOS

Sementara itu, Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengapresiasi keterlibatan PCNU Kabupaten Semarang yang telah bersinergi dengan pemerintah daerah menyukseskan rangkaian peringatan Hari Santri Nasional tahun ini.

Ia berharap kebersamaan tersebut terus terjaga dan kembali diwujudkan dalam peringatan Hari Santri pada 2027 mendatang.

Atas nama pemerintah daerah, Ngesti juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyelenggarakan Kabupaten Semarang Bersholawat.

Di luar pesan keagamaan, Bupati turut menitipkan pesan penting terkait kondisi sosial masyarakat menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Desember 2026.

Ia meminta masyarakat tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai alasan untuk merusak persaudaraan dan kerukunan yang selama ini terbangun.

“Harapan kita bersama, pesta demokrasi di tingkat desa tersebut dapat berlangsung aman, lancar, dan kondusif sehingga situasi daerah tetap kondusif dan masyarakat aman rukun dan damai,”,” katanya

Melalui Kabupaten Semarang Bersholawat, peringatan Hari Santri 2026 diharapkan meninggalkan pesan lebih luas: bahwa penguatan keimanan, pendidikan karakter generasi muda, dan persatuan masyarakat harus terus dirawat, tidak hanya saat perayaan berlangsung, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. (muz)


TERKINI

Rekomendasi

...