Swasembada Pangan Berkelanjutan, Sarif ‘Kakung’ Abdillah Tekankan Perlindungan Harga Petani


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mendorong pemerintah memastikan keberlanjutan swasembada pangan dengan memberikan kepastian harga kepada petani.

Menurut Kakung, sapaan akrab Sarif, kepastian harga hasil produksi pangan akan menjaga gairah produksi petani dalam jangka panjang.

“Kepastian harga hasil pertanian akan membuat kesejahteraan petani meningkat, minat berusaha tani tumbuh stabil,” ungkapnya.

Hasilnya, kata Kakung, produksi pangan akan terjaga secara berkelanjutan ketika harga dasar atau pembelian terjamin melalui kebijakan yang kuat.

“Karena dengan kebijakan tersebut, maka petani terlindung dari kerugian saat panen raya,” sebut Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jateng ini.

Sejauh ini, jelas Kakung sudah ada Peraturan Daerah (Perda) Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

Baca juga:  Paradigma Ekonomi Harus Diubah, Sarif Kakung Sebut Orientasi Pembangunan Pariwisata di Jateng Jangan Semata-mata Jumlah Kunjungan

“Jawa Tengah sebagai daerah penyangga ketahanan pangan nasional, maka pembangunan pertanian merupakan prioritas utama guna meningkatkan pemenuhan swasembada, kedaulatan dan ketahanan pangan secara berkelanjutan,” terangnya.

Kakung menegaskan, petani sebagai pelaku utama dalam mencapai keberhasilan pembangunan pertanian dan berkontribusi bagi keberlangsungan pemenuhan swasembada, kedaulatan dan ketahanan pangan sudah selayaknya mendapatkan upaya perlindungan.

“Apalagi adanya perubahan iklim, globalisasi dan gejolak ekonomi global, kerentanan terhadap bencana alam dan risiko usaha, serta sistem pasar yang tidak berpihak kepada petani, maka diperlukan perlindungan dan pemberdayaan bagi petani secara sistematis dan berkelanjutan,” jelas legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah. Foto : Dok DPRD Jateng

Kakung menyebut capaian swasembada beras di Jateng mengalami perkembangan positif. Di mana produktivitas padi pada periode Januari sampai April 2026 sudah mencapai 4.696.422 ton, atau sekitar 44,48% dari target 10,5 juta ton.

Baca juga:  Musim Penghujan, Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah Minta Pemerintah Perkuat Pencegahan Merebaknya DBD

“Salah satu faktor yang mendorong capaian tersebut adalah kebijakan pemerintah dalam menetapkan harga pembelian yang memberikan kepastian bagi petani. Kebijakan itu membuat petani lebih nyaman menjual hasil produksinya kepada Bulog karena harga yang ditawarkan dinilai lebih kompetitif,” katanya.

Menurut Kakung, pendekatan serupa juga perlu dipertimbangkan untuk sejumlah komoditas pertanian lainnya.

“Karena kepastian harga ini penting agar petani memiliki kepastian usaha sekaligus terdorong meningkatkan produksi dalam negeri,” tandasnya. (ADV)


TERKINI



Rekomendasi

...