Trigonometri merupakan materi matematika SMK/MAK kelas X yang disusun dan disesuaikan berdasarkan kurikulum 2013 (KI-KD 2017). Trigonometri adalah sebuah cabang matematika yang berhadapan dengan sudut segitiga dan fungsi trigonometri seperti sinus, cosinus, tangen, Cosecan, Secan, dan Cotangen. Materi Trigonometri merupakan materi Matematika yang wajib dipelajari semua siswa dikelas X. Terdapat beberapa kompetensi dasar pengetahuan dan keterampilan pada pokok bahasan Trigonometri.
Salah satu aplikasi trigonometri dalam kehidupan sehari – hari adalah untuk mengukur ketinggian suatu pohon tanpa mengunakan alat ukur. Sebagian besar siswa kesulitan menyelesaian permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Berbagai penelitian maupun artikel mengungkapkan bahwa sebagian siswa selalu menganggap untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, sulit dipelajari. Solusi untuk memecahkan permasalahan yang dialami siswa adalah dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD agar dapat meningkatkan hasil belajar trigonometri
Pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran dimana sistem belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil yang berjumlah 4-6 orang secara kolaboratif sehingga dapat merangsang siswa lebih bergairah dalam belajar (Isjoni 2009:22). Menurut Abdulhak (2001) menjelaskan, langkah-langkah pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut : (1) merumuskan secara jelas apa yang dicapai prestasi belajar, (2) memilih kegiatan pembelajarn yang paling tepat, (3) menjelaskan secara detail proses pembelajarn kooperatif yaitu mengenai apa yang harus dilakukan, dan apa yang diharapkan, (4) memberikan tugas yang paling tepat dalam pembelajaran, (5) menyiapkan bahan belajar yang memudahkan peserta belajar dengan baik, (6) melaksankan pengelompokan peserta belajar, (7) mengembangkan sistem pujian kelompok atau perorangan peserta belajar, (8) memberikan bimbingan yang cukup kepada peserta belajar, (9) menyiapkan instrument penilaian yang tepat, (10) mengembangkan sistem pengarsipan data kemajuan peserta belajar, baik perorangan maupun kelompok, dan (11) melaksankan refkesi (Isjoni 2009:121).
Langkah- langkah pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) adalah: siswa kelas X OTKP 1 SMK Negeri 1 Jati ditempatkan dalam kelompok belajar beranggotakan 4 (empat) orang dengan kemampuan berbeda-beda ada yang tinggi, sedang dan rendah. Guru menyajikan pelajaran dilanjutkan mengerjakan Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam kelompok. Sebagian siswa dalam kelompok mempersentasikan, kelompok yang lainnya menanggapi. Untuk memastikan bahwa seluruh anggota kelompok telah menguasai pelajaran, siswa kemudian diberikan kuis materi Trigonometri dengan ketentuan siswa tidak boleh kerjasama dalam mengerjakannya. Guru memberikan penilaian dan dikembalikan ke siswa. Memberikan penghargaan pada siswa yang tuntas , memberikan remidi untuk siswa yang belum tuntas.
Hasil dari penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah : (1) siswa yang prestasinya rendah bisa terbantu dari siswa yang prestasinya tinggi; (2) siswa yang lemah memahami konsep yang menantang melalui interaksi dengan siswa yang pintar mendorong keberhasilan siswa yang lemah; (3) siswa yang pintar dalam belajar kelompok dapat memperluas pemahamannya kepada siswa yang kurang; (4) kuiz yang dikerjakan secara individual menunjukan hasil yang sangat baik. Rata-rata ketuntasan diatas 85% dengan KKM =70 dibandingkan dengan sebelumnya, yaitu proses pembelajaran klasikal rata- rata ketuntasan sangat sedikit hanya 60%. Dengan penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD siswa dapat belajar melalui kerjasama dalam kelompok kecil, saling membantu untuk mengatasi kesulitan belajar, siswa merasa senang, dan nyaman sehingga hasil belajar meningkat.
Oleh: Sriyati, S.Pd, M.Pd
Guru Matematika SMK Negeri 1 Jati, Blora




