JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – SGS, pemimpin global dalam pengujian, inspeksi dan sertifikasi, dengan bangga mengumumkan pembukaan laboratorium pengujian furnitur dan handicraft terbaru di Semarang, Jawa Tengah. Kehadiran laboratorium ini bertujuan untuk mendukung industri furnitur dan handicraft yang berkembang pesat di Indonesia, dengan menyediakan layanan pengujian lokal yang sesuai dengan standar lokal dan internasional.
Mike Bruinsma, Presiden Direktur SGS Indonesia mengatakan, laboratorium baru ini terletak strategis di jantung pusat produksi furnitur Indonesia (Semarang). Lokasinya berdampingan dengan fasilitas SGS yang sudah ada untuk pengujian tekstil dan garmen.
“Dengan adanya fasilitas ini, pelaku industri dapat menikmati waktu penyelesaian pengujian yang lebih cepat, mempercepat akses mereka ke target pasar, serta memastikan kepatuhan dan peningkatan kualitas produk mereka,” katanya.
Dijelaskan, laboratorium ini dilengkapi dengan teknologi mutakhir untuk melakukan berbagai jenis pengujian sesuai dengan standar Eropa dan Amerika Serikat. Layanan pengujian yang tersedia mencakup berbagai kategori produk, di antaranya Furnitur perumahan, Furnitur kantor, Kemasan, dan Produk lainnya yang memerlukan pengujian ketahanan, keamanan, dan keandalan sesuai regulasi global.
“Furnitur perumahan meliputi tempat duduk, tempat tidur susun, peralatan dapur, furnitur anak-anak, tempat tidur dan kasur, unit penyimpanan, peti, meja rias, dll. Furnitur kantor meliputi kursi, meja, layar, unit penyimpanan, dll. Kemasan meliputi kemasan karton, kemasan lainnya, sesuai standar International,” jelasnya.
Selain itu, lanjutnya, laboratorium dapat menguji sprey, kain dan bahan kulit untuk pengujian flammability dan pengujian bagian logam untuk ketahanan korosi.
“Dengan layanan pengujian yang komprehensif, laboratorium ini memastikan bahwa produk furnitur yang diekspor atau dipasarkan di dalam negeri memenuhi standar keamanan, daya tahan, dan fungsionalitas yang tinggi,” ujarnya.
Sementara, pembukaan laboratorium ini memberikan manfaat besar bagi industri furnitur Indonesia. Dalam hal ini termasuk Akses lebih cepat ke pasar global, peningkatan daya saing, dan dukungan inovasi.
“Pembukaan laboratorium pengujian furnitur di Semarang adalah bagian dari komitmen SGS untuk terus mendukung pertumbuhan industri furnitur Indonesia dengan menghadirkan solusi pengujian yang cepat, andal, dan sesuai dengan standar global,” tegas Mike.
Mike pu yakin bahwa fasilitas ini akan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi produsen furnitur dan pemangku kepentingan lainnya.(aln)










