JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus memperkuat komitmen dalam mendorong pertumbuhan UMKM melalui pembiayaan inklusif dan program pemberdayaan terintegrasi. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing sekaligus mendorong pelaku usaha naik kelas hingga menembus pasar global.
Regional Micro Banking Head BRI Region Semarang, Hery Nofriady mengatakan, penguatan UMKM dilakukan melalui jaringan layanan yang luas dan terintegrasi. Dukungan tersebut meliputi lebih dari 27 ribu relationship manager, 7.980 unit layanan kredit, serta lebih dari 1,1 juta agen BRILink.
“BRI telah melayani lebih dari 36 juta nasabah UMKM dengan total penyaluran kredit mencapai lebih dari Rp1.000 triliun melalui berbagai skema pembiayaan sesuai kebutuhan usaha,” ujarnya saat BRI Media Lunch di Aroem Resto Semarang, Selasa (14/4/2026).
Ia menjelaskan, transformasi digital menjadi fokus utama melalui platform seperti BRImo, BRI Spot, Desa BRILiaN, dan pasar.id. BRI juga menggandeng berbagai platform fintech dan e-commerce guna memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM.
“Kolaborasi dengan berbagai platform seperti Shopee, Tokopedia, hingga Gojek dan Grab menjadi bagian strategi untuk memperkuat akses pasar dan pembiayaan UMKM,” jelasnya.
Hery menambahkan, BRI turut menjalankan program pemberdayaan seperti Rumah BUMN dan LinkUMKM yang telah menjangkau puluhan ribu pelaku usaha. Program ini diperkuat dengan pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas usaha.
“Melalui BRILiaNpreneur, UMKM juga didorong menembus pasar ekspor dengan nilai business matching mencapai sekitar USD 76,7 juta,” ungkapnya.
Di sisi pembiayaan, lanjut dia, BRI mengandalkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai instrumen utama bagi pelaku usaha produktif. Skema ini menyasar pelaku usaha yang belum memiliki agunan tambahan memadai.
“KUR terbagi dalam dua skema, yakni KUR Mikro Rp10 juta hingga Rp100 juta dan KUR Kecil Rp100 juta hingga Rp500 juta, sehingga fleksibel sesuai kebutuhan usaha,” katanya.
Ia menegaskan, KUR tidak hanya membantu permodalan, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas usaha di berbagai sektor. Sektor tersebut mencakup perdagangan hingga sektor produksi seperti pertanian, perikanan, industri, dan pariwisata.
“Melalui strategi bertahap Go Modern, Go Digital, Go Online hingga Go Global, BRI mendorong UMKM naik kelas agar mampu bersaing di pasar internasional,” tandasnya.(aln)




