26.3 C
Semarang
Rabu, 29 April 2026

BI Jateng Dorong Investasi dan UMKM lewat CJIBF dan UMKM Grande 2026




JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG- Perekonomian Jawa Tengah pada 2025 tetap tumbuh solid di tengah ketidakpastian global. Pertumbuhan ekonomi tercatat 5,37 persen (yoy) dengan dukungan permintaan domestik dan investasi yang kuat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho mengatakan, investasi masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini tercermin dari besarnya kontribusi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dalam struktur perekonomian.

“Pangsa PMTB yang terus meningkat menunjukkan investasi tetap menjadi motor penggerak ekonomi Jawa Tengah,” katanya, dalam Media Briefing, di Kantor Bank Indonesia Semarang, Rabu (29/4/2026).

Ia menjelaskan, peluang investasi tersebar di sejumlah sektor unggulan. Di antaranya kawasan industri dan manufaktur, energi baru terbarukan, pertanian dan industri pengolahan pangan, serta pariwisata dan ekonomi kreatif.


Menurutnya, pengembangan sektor tersebut diarahkan pada transformasi ekonomi berbasis nilai tambah dan berkelanjutan. Hal ini sekaligus memperkuat daya saing Jawa Tengah di tingkat nasional maupun global.

“Pengembangan sektor unggulan diarahkan agar berwawasan lingkungan dan berorientasi keberlanjutan,” jelasnya.

Ditambahkan, minat investor terhadap Jawa Tengah terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini terlihat dari capaian Central Java Investment Business Forum (CJIBF) sebelumnya yang menghasilkan 60 Letter of Intent senilai Rp75,03 triliun.

Baca juga:  Dirut SIG Raih The Best CEO

Capaian tersebut, lanjut dia, mencerminkan kepercayaan investor terhadap iklim investasi yang semakin kondusif. Kondisi ini juga menjadi modal penting untuk mendorong realisasi investasi ke depan.

“Kepercayaan investor terus meningkat seiring iklim investasi yang semakin kompetitif,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, Bank Indonesia Jateng akan kembali menggelar Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 pada 11-12 Mei di Semarang. Forum ini menjadi ajang strategis mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan investor.

Melalui forum tersebut, diharapkan terjadi peningkatan realisasi investasi dan kerja sama perdagangan. Kegiatan ini juga mengusung tema penguatan investasi dan pemberdayaan UMKM untuk pertumbuhan hijau dan berkelanjutan.

“CJIBF menjadi forum strategis untuk memperluas kerja sama investasi dan perdagangan,” imbuhnya.

Selain investasi, BI juga mendorong penguatan UMKM melalui kegiatan UMKM Grande 2026. Kegiatan ini digelar pada 7-11 Mei di Atrium Paragon Mall Semarang dengan tema “Tumbuh, Tangguh, dan Mendunia”.

Baca juga:  G20 Empower dan Women20 Dimulai

Program ini merupakan kelanjutan dari UMKM Gayeng yang telah berlangsung sejak 2019. Tahun ini menjadi penyelenggaraan ke-8 dengan konsep Grande yang mencerminkan Green, Kerakyatan, Digital, dan Ekspor.

“UMKM Grande menjadi komitmen kami dalam mendorong UMKM naik kelas hingga ke pasar global,” tegasnya.

Ia menuturkan, kegiatan ini mencakup pameran 75 UMKM unggulan dari berbagai sektor. Selain itu, juga ada business matching, edukasi keuangan, hingga workshop terkait digitalisasi dan keberlanjutan.

Kegiatan lainnya meliputi fashion show wastra, talkshow, edukasi cinta rupiah, hingga kompetisi kopi dan lomba kreatif. Berbagai inovasi ini diharapkan memperkuat daya saing UMKM Jawa Tengah.

“Fokus kami pada penguatan daya saing UMKM berbasis digital dan keberlanjutan,” tandasnya.

Ia menegaskan, sinergi antara investasi dan pengembangan UMKM menjadi kunci pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai mitra terus diperkuat.

Dengan langkah tersebut, diharapkan perekonomian Jawa Tengah dapat tumbuh lebih optimal. Sekaligus memberikan dampak berganda bagi kesejahteraan masyarakat.

“Sinergi program akan terus diperkuat untuk menjaga stabilitas dan akselerasi ekonomi Jawa Tengah,” pungkasnya.(aln)




TERKINI




Rekomendasi

...