JATENGPOS.CO.ID, KLATEN – Semangat peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum bagi PT PLN (Persero) UP3 Klaten untuk memperkuat program pemberdayaan masyarakat melalui Edukasi Ekosistem Homestead Farming di Desa Bero, Kecamatan Trucuk. Program tersebut berhasil menjadi finalis Padmamitra Awards 2026 dan menjalani visitasi lapangan sebagai bagian dari proses penilaian tingkat nasional.
Manager PLN UP3 Klaten- Agus Yudhistira Sujana mengatakan, keberhasilan menjadi finalis Padmamitra Awards merupakan motivasi bagi PLN untuk terus menghadirkan program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami bersyukur program Homestead Farming dapat menjadi finalis Padmamitra Awards 2026. Ini menjadi motivasi bagi PLN untuk terus menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Visitasi diikuti panitia Padmamitra Awards bersama dewan juri Dr. Wahyu Tri Setyobudi yang didampingi jajaran PLN UID Jawa Tengah, PLN UP3 Klaten, Pemerintah Desa Bero, Yoso Farm selaku mitra pelaksana, serta masyarakat penerima manfaat. Tahapan ini menjadi proses verifikasi untuk memastikan inovasi program sejalan dengan dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Program Homestead Farming mengedepankan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga yang sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Bersama Yoso Farm, PLN memberikan edukasi budidaya maggot, kandang ayam lestari (Kastari), budidaya lele, pengolahan limbah organik, instalasi pemanen air hujan (IPAH), hingga pemberian makanan tambahan bergizi sebagai upaya menekan angka stunting.
Dikatakan Agus, kolaborasi antara PLN, pemerintah desa, mitra, lembaga pendidikan, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program tersebut. “Melalui kolaborasi dengan pemerintah, mitra, dan masyarakat, kami berharap program ini dapat terus berkembang, mendukung peningkatan kualitas kesehatan, kesejahteraan masyarakat, serta selaras dengan program-program pemerintah,” jelasnya.
Sejak diimplementasikan, program ini telah melibatkan 220 warga dalam berbagai pelatihan pemberdayaan atau melampaui target awal sebanyak 65 peserta. Program juga berkontribusi menurunkan angka stunting sebesar 70,3 persen, dari 27 anak menjadi 12 anak, serta menghasilkan nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 2,96 yang menunjukkan manfaat sosial jauh lebih besar dibandingkan investasi yang dikeluarkan.
Keikutsertaan sebagai finalis Padmamitra Awards 2026 menjadi bukti komitmen PLN dalam menghadirkan program TJSL yang tidak hanya berorientasi pada bantuan sosial, tetapi juga pemberdayaan masyarakat yang terukur, berdampak, dan berkelanjutan. Program ini diharapkan terus mendukung peningkatan kualitas kesehatan, memperkuat ketahanan pangan, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih luas.(aln)





