JATENGPOS.CO.ID, JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk membagikan dividen tunai sebesar Rp21,9 triliun kepada pemegang saham setelah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. Rapat yang digelar secara daring pada Senin (8/6) itu juga menyetujui program buyback saham senilai hingga Rp4 triliun.
RUPST memutuskan sekitar Rp17,8 triliun dividen berasal dari laba bersih tahun buku 2025. Sementara sekitar Rp4,2 triliun lainnya bersumber dari saldo laba ditahan tahun-tahun sebelumnya.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini mengatakan, keputusan pembagian dividen mempertimbangkan keseimbangan antara pengembalian kepada pemegang saham dan kebutuhan investasi jangka panjang perusahaan. Langkah tersebut juga mencerminkan optimisme terhadap prospek bisnis Telkom ke depan.
“Keputusan dividen ini mencerminkan kepercayaan pemegang saham terhadap transformasi dan arah pertumbuhan yang kami bangun,” ujarnya.
Dian menjelaskan, fundamental bisnis dan arus kas Telkom tetap kuat meski industri telekomunikasi menghadapi berbagai tantangan sepanjang 2025. Kondisi tersebut menjadi dasar perseroan tetap menjaga komitmen memberikan nilai tambah kepada pemegang saham.
Selain pembagian dividen, pemegang saham juga menyetujui program pembelian kembali saham atau buyback hingga Rp4 triliun. Pelaksanaan buyback dapat dilakukan secara bertahap maupun sekaligus dalam periode 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027.
Menurut Dian, langkah tersebut bertujuan meningkatkan nilai bagi pemegang saham sekaligus menjaga stabilitas harga saham di tengah dinamika pasar. Kebijakan ini juga menjadi bagian dari strategi pengelolaan modal perusahaan.
“Setiap langkah yang diambil diarahkan untuk membangun ekosistem digital nasional yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing global,” katanya.
Sepanjang 2025, Telkom membukukan pendapatan sebesar Rp146,74 triliun dengan EBITDA Rp72,24 triliun. Perseroan juga mencatat laba bersih Rp17,81 triliun meskipun terdampak percepatan depresiasi dalam program total governance reset.
Di sisi transformasi bisnis, Telkom telah melepas enam entitas non-core termasuk penyelesaian divestasi AdMedika Group pada 2 Juni 2026. Perseroan juga menargetkan proses spin-off aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia rampung pada kuartal III 2026.
RUPST turut menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris guna memperkuat pengawasan terhadap agenda transformasi perusahaan. Angga Raka Prabowo ditunjuk sebagai Komisaris Utama bersama tujuh anggota komisaris lainnya.
Sementara itu, susunan Direksi Telkom tidak mengalami perubahan. Dian Siswarini tetap memimpin perseroan sebagai Direktur Utama bersama delapan direktur yang selama ini mengawal transformasi dan pengembangan bisnis TelkomGroup.(aln)






