JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – PT KAI Daop 4 Semarang mencatat pertumbuhan signifikan pada layanan angkutan barang selama Januari hingga Mei 2026. Peningkatan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran transportasi berbasis rel dalam mendukung kelancaran distribusi logistik dan konektivitas ekonomi nasional.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif mengatakan, total volume angkutan seluruh komoditas pada lima bulan pertama 2026 mencapai 130.710 ton. Jumlah itu naik 32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 98.926 ton, serta tumbuh 49 persen dibandingkan Januari–Mei 2024.
“Pertumbuhan angkutan barang menunjukkan meningkatnya aktivitas distribusi di berbagai sektor. Kereta api hadir untuk memastikan arus logistik berlangsung secara terjadwal, efisien, aman, dan mampu mendukung kebutuhan dunia usaha maupun masyarakat,” ujarnya.
Luqman menjelaskan, angkutan retail selama Januari–Mei 2026 mencapai 3.161 ton atau meningkat enam persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Sementara angkutan peti kemas mencapai 99.751 ton atau melonjak 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Di wilayah Daop 4 Semarang, layanan angkutan barang didukung sejumlah kawasan industri strategis, seperti Kawasan Industri Wijayakusuma, Kawasan Industri Terpadu Batang, hingga Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Selain itu, KAI juga mengoperasikan Container Yard (CY) di Semarang Poncol, Semarang Tawang Bank Jateng, dan Brumbung sebagai simpul distribusi logistik.
Setiap hari sekitar 30 perjalanan kereta api barang melintas di wilayah Daop 4 Semarang menuju berbagai daerah, seperti Jakarta, Surabaya, Ketapang, Madiun, hingga Jember. Komoditas yang diangkut meliputi semen, bahan bakar minyak (BBM), peti kemas, hingga barang retail untuk memenuhi kebutuhan industri dan masyarakat.
“Logistik yang kuat akan memperkuat ekonomi. Karena itu KAI Daop 4 Semarang terus mengembangkan layanan angkutan barang agar mampu mendukung konektivitas kawasan industri, pusat distribusi, dan pelabuhan yang menjadi simpul penting pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya.(aln)






