SPPG 3T Karimunjawa Rampung, Investor Minta BGN Segera Operasionalkan Dapur MBG


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Kabupaten Jepara telah rampung. Namun hingga kini fasilitas tersebut belum beroperasi sehingga masyarakat penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menunggu realisasinya.

Investor pembangunan SPPG 3T Jawa Tengah, Rendra Bayu, berharap Badan Gizi Nasional (BGN) segera menuntaskan proses moratorium agar dapur MBG yang telah memenuhi persyaratan administrasi maupun teknis bisa segera beroperasi.

“Harapan kami sederhana, SPPG yang sudah selesai dibangun dan telah lolos appraisal bisa segera beroperasi. Yang paling ditunggu bukan hanya kami sebagai investor, tetapi masyarakat penerima manfaat di wilayah 3T,” katanya, Selasa (30/6/2026).

Baca juga:  Tawarkan banyak Produk Pilihan, ACC Bantu Customer Tingkatkan Usahanya

Rendra menjelaskan, terdapat lima titik SPPG kategori 3T di Jawa Tengah yang seluruh pembangunannya berada di bawah tanggung jawab investasinya. Tiga lokasi berada di Kepulauan Karimunjawa, yakni Pulau Kemujan, Pulau Parang, dan Pulau Nyamuk, sedangkan dua lainnya berada di Desa Seklenting dan Desa Gejoyo, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak.


Menurutnya, pembangunan SPPG 3T merupakan implementasi visi Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan pemerataan akses Program MBG hingga wilayah yang sulit dijangkau. Seluruh pembangunan juga telah mengikuti petunjuk teknis BGN dengan target penyelesaian selama 35 hari.

“Selama ini masyarakat mengenal MBG hanya di perkotaan. Padahal justru wilayah 3T menjadi prioritas karena akses pangan, logistik, dan pelayanan publiknya jauh lebih sulit,” jelasnya.

Baca juga:  OJK Awasi Ketat KoinP2P, Pastikan Kewajiban ke Lender Tetap Dipenuhi

Ia menambahkan, meski pembangunan telah selesai, hingga kini operasional SPPG belum berjalan. Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat masyarakat di wilayah kepulauan semakin lama menunggu manfaat program.

“Yang kami khawatirkan bukan hanya soal investasi, tetapi jangan sampai masyarakat yang memang membutuhkan justru semakin lama menunggu. Program ini sangat tepat sasaran untuk menekan stunting dan meningkatkan kualitas gizi anak-anak di wilayah kepulauan,” pungkasnya.(aln)


TERKINI

Rekomendasi

...