KSEI: Investor Pasar Modal Jateng Capai 3,19 Juta


 

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Pertumbuhan investor pasar modal di Jawa Tengah terus menunjukkan tren positif hingga pertengahan 2026. PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) pun menggelar rangkaian sosialisasi dan edukasi di Semarang untuk memperluas literasi sekaligus menyampaikan perkembangan terbaru pasar modal.

 

Berdasarkan data KSEI per 30 Juni 2026, jumlah investor pasar modal di Jawa Tengah telah mencapai 3,19 juta atau menjadi yang terbesar keempat di Indonesia. Kota Semarang menjadi penyumbang investor terbanyak dengan 198.180 investor atau sekitar 6,21 persen dari total investor di Jawa Tengah, sedangkan secara nasional jumlah investor pasar modal telah menembus 28,96 juta atau tumbuh 42,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.


 

Kepala Unit Edukasi Layanan Jasa Investor KSEI, Abdul Azis Albakkar mengatakan, dominasi investor di Jawa Tengah berasal dari kelompok usia muda.

 

“Sebanyak 82,97 persen investor di Jawa Tengah berasal dari kelompok usia di bawah 30 tahun dan 31-40 tahun, sedangkan berdasarkan profesi didominasi kalangan karyawan dengan porsi 48,95 persen,” katanya.

Baca juga:  Telkom Bagikan Dividen Rp21 Triliun

 

Menurutnya, tingginya partisipasi generasi muda menjadi peluang besar untuk terus meningkatkan literasi keuangan dan investasi. KSEI bersama regulator serta Self-Regulatory Organizations (SRO) pasar modal pun terus memperluas edukasi agar pertumbuhan investor diikuti dengan peningkatan pemahaman terhadap investasi yang aman.

 

“Pertumbuhan investor muda di pasar modal Indonesia juga meningkat signifikan sehingga edukasi menjadi bagian penting untuk menciptakan investor yang berkualitas,” jelasnya.

 

Rangkaian kegiatan yang digelar di Semarang meliputi media gathering, gathering pengurus Galeri Investasi di Jawa Tengah, training for trainers bagi perusahaan efek dan agen penjual efek reksa dana, hingga gathering bersama investor. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, KPEI, dan KSEI dalam meningkatkan jumlah investor sekaligus aktivitas transaksi pasar modal.

 

Untuk mendukung pertumbuhan investor, KSEI terus memperkuat infrastruktur digital melalui sistem The Central Depository and Book-Entry Settlement System (C-BEST). Hingga Juni 2026, sistem tersebut mencatat total aset senilai Rp7.495 triliun dengan 3.851 efek yang tersimpan dan menjadi tulang punggung pendaftaran efek, pembukaan Sub Rekening Efek, distribusi aksi korporasi, hingga penyelesaian transaksi.

Baca juga:  DJP Jateng I Tampilkan Hasil Survei Kepuasan dan Kanal Pengaduan

 

“KSEI terus melakukan pengembangan sistem agar layanan kepada investor semakin efisien, aman, dan mampu mengakomodasi pertumbuhan pasar modal yang terus meningkat,” ujarnya.

 

Selain C-BEST, KSEI juga mengembangkan Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu (S-INVEST) yang digunakan untuk administrasi reksa dana dan TAPERA melalui S-MULTIVEST. Hingga Juni 2026, sistem tersebut mencatat Asset Under Management (AUM) sebesar Rp983 triliun dengan 2.496 produk investasi.

 

Dalam kesempatan itu, KSEI juga memperkenalkan berbagai layanan digital seperti Single Investor Identification (SID), Sub Rekening Efek (SRE), Investor Fund Account Unit (IFUA), AKSes.KSEI, eASY.KSEI, CORES.KSEI untuk digitalisasi data KYC, serta K-CASH yang mempermudah transaksi reksa dana. Seluruh inovasi tersebut diharapkan semakin meningkatkan transparansi, efisiensi, dan kemudahan layanan bagi investor maupun pelaku pasar modal.

 

“Melalui sosialisasi ini kami berharap informasi mengenai perkembangan pasar modal dan berbagai layanan terbaru KSEI dapat diteruskan kepada masyarakat sehingga semakin banyak investor yang memahami mekanisme investasi yang aman, transparan, dan terpercaya,” pungkasnya.(aln)


TERKINI

Rekomendasi

...