JATENGPOS.CO.ID, JAKARTA – Telkomsel membukukan kinerja positif sepanjang Semester I 2026 dengan pendapatan mencapai Rp55,6 triliun atau tumbuh 3,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian tersebut memperkuat fundamental bisnis perusahaan sekaligus menjadi bagian dari transformasi Telkom Group sebagai strategic holding digital nasional di bawah pengelolaan Danantara Indonesia.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil kepercayaan pelanggan dan komitmen seluruh insan Telkomsel dalam menghadirkan layanan terbaik. Menurutnya, transformasi yang dijalankan perusahaan terus diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat daya saing bisnis secara berkelanjutan.
Transformasi Telkom Group mendorong penguatan tata kelola, peningkatan fokus bisnis, optimalisasi aset, serta organisasi yang semakin lincah menjawab kebutuhan ekosistem digital nasional. Sebagai operating company, Telkomsel menerjemahkan arah tersebut melalui investasi yang disiplin, penguatan kualitas jaringan, penyederhanaan produk, serta peningkatan pengalaman pelanggan.
“Capaian Semester I 2026 merupakan hasil dari kepercayaan pelanggan serta kerja bersama seluruh insan Telkomsel untuk terus melayani dengan sepenuh hati. Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan, Telkom Indonesia sebagai perusahaan induk, serta Danantara Indonesia yang terus memperkuat arah transformasi, tata kelola, dan daya saing Telkom Group,” katanya.
Pada Semester I 2026, Telkomsel membukukan EBITDA sebesar Rp26,1 triliun atau tumbuh 8,6 persen dengan margin meningkat dari 44,6 persen menjadi 46,9 persen. Laba bersih juga naik 8,3 persen menjadi Rp10,4 triliun yang mencerminkan operasional semakin efisien serta investasi yang terarah.
Pertumbuhan tersebut didorong pendapatan bisnis mobile yang meningkat 5,6 persen menjadi Rp42,8 triliun dan bisnis digital tumbuh 11 persen menjadi Rp40,8 triliun. Konsumsi data pelanggan juga naik 0,8 persen menjadi 11,8 juta terabyte, menunjukkan kebutuhan layanan digital yang terus meningkat.
Pertumbuhan bisnis mobile turut ditopang penyederhanaan produk, disiplin penawaran, dan meningkatnya adopsi layanan bernilai tambah. Hingga Semester I 2026, rata-rata pendapatan per pelanggan mobile mencapai Rp45,6 ribu atau naik 9 persen dengan jumlah pelanggan sebanyak 153,5 juta.
Untuk menjaga kualitas layanan, Telkomsel mengoperasikan sekitar 301 ribu BTS hingga akhir Juni 2026. Infrastruktur tersebut terdiri atas sekitar 246 ribu BTS 4G, 6 ribu BTS 5G, dan 49 ribu BTS 2G yang terus diperkuat guna menghadirkan konektivitas lebih cepat dan stabil.
“Sebagai penyedia layanan telekomunikasi digital terdepan, tanggung jawab kami adalah memastikan transformasi benar-benar terasa oleh pelanggan melalui jaringan yang semakin andal, layanan yang lebih praktis, perlindungan digital yang semakin kuat, dan pengalaman yang terus membaik,” ujarnya.
Pada layanan fixed broadband, Telkomsel juga melakukan kalibrasi strategis untuk membangun basis pelanggan yang lebih sehat dan produktif. Langkah tersebut menghasilkan sekitar 9,5 juta pelanggan dengan pendapatan tumbuh 0,6 persen secara kuartalan, rata-rata pendapatan per pelanggan meningkat menjadi Rp210,8 ribu, serta penetrasi konvergensi mencapai sekitar 65 persen.
“Kami akan terus berinovasi agar setiap kemajuan teknologi memberikan manfaat nyata bagi setiap orang, rumah, dan kegiatan bisnis di Indonesia,” pungkasnya.(aln)



