Nona Karya Dorong Kreativitas dan Usaha Perempuan Semarang


SEMARANG, JATENGPOS.CO.ID – Hotel Metro Park View Semarang berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang menggelar kegiatan Nona Karya untuk mendorong kreativitas dan pengembangan usaha perempuan. Kegiatan yang berlangsung Selasa (27/10) tersebut memberikan ruang bagi komunitas perempuan untuk mengasah keterampilan sekaligus menggali potensi ekonomi kreatif.

Program yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta influencer itu juga menjadi bagian dari peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional yang jatuh pada 24 Oktober. Selain mengembangkan keterampilan, kegiatan tersebut sekaligus memperkenalkan produk Sango yang berada dalam naungan grup usaha hotel tersebut.

General Manager Hotel Metro Park View Semarang, Ninik Haryanti, mengatakan Nona Karya dirancang sebagai wadah bagi perempuan untuk belajar dan berkarya bersama. Melalui kegiatan itu, peserta diharapkan dapat mengenali potensi diri sekaligus memperoleh pengalaman baru.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang kepada komunitas, terutama ibu-ibu yang ingin berkarya. Kami ingin mereka bisa belajar bersama, mengenal potensi diri, dan mendapatkan pengalaman baru,” kata Ninik.

Baca juga:  Kinerja XL Axiata Tumbuh Double Digit

Dijelaskan, peserta mengikuti sejumlah aktivitas kreatif, mulai dari melukis di atas piring, belajar membuat minuman matcha, hingga pelatihan membentuk handuk menjadi hiasan menarik. Sekitar 50 peserta dari berbagai komunitas mengikuti kegiatan tersebut, termasuk pelaku UMKM dan perempuan yang memiliki minat terhadap seni lukis.

Peserta juga dijadwalkan mengunjungi ruang pamer Sango untuk mengenal berbagai produk sekaligus memperoleh kesempatan berbelanja dengan potongan harga. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkenalkan produk kepada masyarakat melalui pengalaman kreatif yang melibatkan peserta secara langsung.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang, Lies Iswar Aminuddin, menilai kegiatan kreatif dapat menjadi kesempatan bagi perempuan untuk sejenak melepaskan diri dari rutinitas sehari-hari. Selain memperluas pergaulan, aktivitas tersebut dapat membantu peserta menemukan potensi yang selama ini belum tergali.

“Dari kegiatan melukis ini, ibu-ibu bisa mencurahkan hati dan perasaannya. Mereka juga punya kesempatan bertemu teman-teman, menambah pergaulan, serta meningkatkan semangat dan kompetensi diri,” ujarnya.

Baca juga:  Sido Muncul Luncurkan Tolak Angin Batuk

Sementara itu, Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari, mengatakan pengembangan ekonomi kreatif perlu diperkuat dengan memanfaatkan potensi lokal dan keunikan industri pariwisata. Kegiatan berbasis keterampilan seperti Nona Karya juga dapat menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung hotel melalui pengalaman yang berbeda.

“Ini menjadi peluang untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif di Kota Semarang. Medianya tidak hanya melukis di piring, tetapi juga beragam keterampilan lain, seperti menghias dan membentuk handuk menjadi sesuatu yang menarik,” ucap Indriyasari.

Menurutnya, kolaborasi antara sektor perhotelan, pemerintah, dan komunitas dapat memperluas kesempatan bagi perempuan untuk mengembangkan kreativitas. Pendampingan berkelanjutan diharapkan mampu mendorong keterampilan yang dimiliki peserta berkembang menjadi usaha ekonomi kreatif yang memberi manfaat bagi keluarga sekaligus mendukung daya tarik pariwisata Kota Semarang. (aln)



TERKINI

Rekomendasi

...