JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG — Tradisigila, band asal Semarang, Jawa Tengah, kembali unjuk gigi di kancah musik Indonesia, dengan meluncurkan album ketiga bertajuk Street Love Memories pada Agustus 2026.
Album berisi 10 lagu menjadi penanda konsistensi band yang digawangi tiga personil ini, setelah sebelumnya sempat vakum selama beberapa tahun.
Fandem Fay (vokal dan gitar), Bang Bibir (bass dan backing vocal), serta Rizal Lala (drum) tiga personil Tradisigila tersebut kembali aktif sejak 2025. Dalam kurun waktu sekitar dua tahun, mereka telah menghasilkan tiga album.
“Album pertama kami rilis pada Maret 2025, kemudian album kedua pada Oktober masih di tahun yang sama. Dan Agustus 2026 kami merilis album ketiga,” ujar Fandem yang juga founder Tradisigila ini, saat dikonfirmasi JATENG POS, Kamis (13/8/2026).
Menurut Fandem, Street Love Memories memiliki karakter yang lebih variatif dibandingkan dua album sebelumnya. Selain menghadirkan warna musik yang beragam, album tersebut juga melibatkan sejumlah musisi dari lintas genre.
“Ada beberapa kolaborasi dengan musisi lain. Penasaran siapa? Dengarkan saja albumnya yang sudah bisa dinikmati di berbagai platform digital,” katanya.
Melalui album ketiga ini, Tradisigila ingin menyebarkan energi positif dan kebahagiaan melalui tema cinta yang luas. Cinta tidak hanya dimaknai sebagai hubungan pasangan, tetapi juga mencakup kehidupan, persahabatan, keluarga, hingga orang tua.
Dalam album ketiga tersebut, sebagian besar lagu diciptakan oleh personel Tradisigila. Sementara dua lagu merupakan karya teman mereka, Hendy Hen.
Fandem menyebut album ini sengaja dikemas sebagai album cinta. Karena itu, tema yang diangkat dalam setiap lagu dibuat beragam, mulai dari cinta terhadap kehidupan, persahabatan, pasangan, orang tua, hingga kisah patah hati.
“Memang sengaja album ketiga ini spesial, sebuah album cinta. Cinta yang amat sangat meluas, untuk kehidupan, persahabatan, pasangan dan orang tua. Ada juga satu lagu yang bertemakan cinta patah hati. Sangat bervariasi, namun intinya 10 lagu yang dirilis semua tentang cinta,” jelasnya.
Konsep tersebut juga diperkuat melalui artwork album berwarna pink dengan gambar Cupid nakal yang membawa simbol cinta.
Proses penggarapan Street Love Memories dilakukan di sejumlah kota, yakni Denpasar, Jepara, Semarang, dan Ambarawa. Proses rekaman berlangsung sekitar satu bulan pada awal 2026.
Denpasar menjadi lokasi yang paling banyak digunakan untuk proses rekaman karena dinilai memberikan kenyamanan bagi para personel Tradisigila.
Kehadiran Bang Bibir sebagai personel baru turut memberikan energi serta warna baru bagi band yang dibentuk dari Semarang tersebut.
“Kami semua bertato dan kami sama-sama anak rantau yang sekarang stay dan berjuang di Pulau Dewata,” ujar Fandem.
Mereka berharap Street Love Memories dapat diterima berbagai kalangan dan mendapat tempat di hati para pendengar dan meramaikan perjalanan musik Indonesia melalui karya terbaru Tradisigila. (ucl/rit)




