JATENGPOS.CO.ID, SALATIGA – Institut Agama Islam Negeri ( IAIN) Salatiga mengukuhkan tiga guru besar dalam Sidang Senat Terbuka di gedung auditorium dan Student Center Kampus III, Rabu (2/2).
Tiga guru besar yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Adang Kuswaya, M.Ag. sebagai guru besar bidang Ilmu Tafsir, Prof. Dr. Benny Ridwan, M.Hum sebagai guru besar bidang Ilmu Sosiologi Islam, dan Prof. Kastolani, M.Ag., Ph.D. sebagai guru besar bidang Ilmu Sejarah dan Pemikiran Islam.
Rektor IAIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag memberikan apresiasi kepada para guru besar yang dikukuhkan, “Selamat untuk para guru besar yang dikukuhkan hari ini. Syukur alhamdulillah kita bisa kembali menyaksikan sejarah besar terulang. Pengukuhan tiga guru besar secara bersamaan juga pernah terjadi saat IAIN Salatiga masih berstatus STAIN,” jelasnya.
Prof. Zakiyuddin berharap dengan bertambahnnya guru besar ini akan semakin mengukuhkan proses akselerasi dari IAIN menjadi UIN ( Universitas Islan Negeri). “ Target kita Insha Allah di bulan Mei depan bisa akselerasi menjadi UIN,” katanya.
Prof. Dr. Adang Kuswaya dalam orasi ilmiahnya yang berjudul _Konstestasi Muslim Salatiga dalam Kontruksi Budaya Damai; Aplikasi Pendekatan Hermeneutika Sosio-Tematik atas Konsep Hidup Damai dalam Al-Quran menyebutkan bahwa Islam mengajarkan perdamaian sebagai prinsip hubungan antarumat manusia dengan mengaitkan kata Islam dengan makna perdamaian. “Setiap manusia yang mendeklarasikan diri sebagai Muslim wajib mengejawantahkan perdamaian sebagai prinsip interaksi sosial,” jelasnya.
Selanjutnya, Prof. Dr. Benny Ridwan menjelaskan mengenai role model deradikalisasi kehidupan beragama di Indonesia dalam orasi ilmiahnya. Prof. Benny memandang proses deradikalisasi sebagai proses yang rumit dan tidak mudah,
“Radikalisme bukan hanya soal kesalahan ideologi agama, radikalisme menggambarkan fenomena sosial masyarakat yang begitu kompleks. Oleh karena itu, penanganannya tidak cukup hanya dengan me-reinterpretasi ayat-ayat suci Al-Quran saja, namun butuh kerja keras dari semua pihak mulai dari aparat keamanan dengan penegakan hukumnya, para hakim dengan keadilannya, akademisi dengan keilmuannya, pendidik, pembuat kebijakan , ekonom, elit politik hingga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau lembaga-lembaga yang dibangun dengan semangat demokrasi lainnya,” tandasnya.
Sedangkan Prof. Kastolani pada kesempatan tersebut menyampaikan orasi ilmiah berjudul _Menyoal Nalar Islam Memperbaiki Cara Kita Beragama.”Terjadinya pemaknaan ajaran keagamaan terjadi melalui proses transmisi dan transformasi melalui tafsir-tafsir keagamaan yang diperankan oleh para tokoh Islam. Proses ini pada akhirnya menegaskan bahwa ajaran keislaman dalam wujud praktik ditentukan pada bagaimana pemeluknya mengekspresikan keagamaannya,” katanya .
Dirinya juga mengimbau umat Islam untuk memperbaiki cara berpikir dalam beragama,. Karena sejatinya apa yang kita lakukan bergantung pada apa yang kita pikirkan.
Dengan adanya pengukuhan ketiga guru besar itu, IAIN Salatiga memiliki sebelas guru besar. Jumlah guru besar di IAIN Salatiga masuk empat terbanyak di lingkungan IAIN se-Indonesia. (deb/bis)




