Kedelai Melambung, UMKM Tahu Menjerit


JATENGPOS.CO.ID,  SRAGEN – Puluhan pengrajin tahu di Kampung Teguhan, Kelurahan Sragen Wetan resah. Lantaran Mereka terus merugi  akibat tingginya harga kedelai, Jumat (10/11). Saat ini harga bahan baku utama itu mencapai Rp 13 ribu per kilogram.
Imbas tingginya harga pengrajin tahu  mengurangi produksi kedelainya per hari hingga 50 persen. Salah satu pengrajin tahu di Teguhan Joko Subeno mengaku saat ini tingginya harga kedelai saat ini hingga  mencapai Rp 13 ribu per kilogramnya. Kondisi ini  berdampak bagi para pengrajin tahu dalam produksi harian.
”Produksi setiap harinya yang biasanya mampu memproduksi  hingga  200 kg kedelai per hari,  namun kini hanya  mampu memproduksi hanya 100 kilogram saja,” ujarnya.
Selain itu, untuk mensiasati agar tidak merugi di tengah tingginya harga kedelai,  pengrajin tahu mengurangi ukuran tahu. Namun jika terlalu kecil juga berdampak pada konsumen.
Dia menyampaikan ada sekitar 70 pengrajin tahu di Kampung Teguhan. Mereka semua terpaksa merugi akibat tingginya harga kedelai. Lantas dia menambahkan para pengrajin tahu berharap pemerintah bisa memberikan subsidi dan mencari solusi untuk menstabilkan kembali harga kedelai.
Terpisah Kunto Widyastuti selaku pegawai Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kabupaten Sragen menjelaskan belum ada arahan dari Pemerintah Pusat maupun Provinsi perihal penanganan masalah harga kedelai.
Pihaknya menyampaikan saat ini harga kedelai impor sekitar Rp 12.450 per kilogram. Lantas penyebab tingginya karena dari distributor beralasan kegara produsen belum panen. ”Kedelai untuk tahu merupakan barang impor. Versi dari agen alasannya karena negara asal belum panen sehingga mempengaruhi pasokan,” ujar dia. (ars)

TERKINI

Rekomendasi

...