29.9 C
Semarang
Rabu, 15 April 2026

Dosen Muda Tewas di Hotel, Ini Pengakuan Keluarga: Levi Anak Cerdas, Pendiam, dan Tidak Neko – Neko 




JATENGPOS. CO. ID, SEMARANG – Dosen muda yang ditemukan meninggal di kamar hotel di Semarang menyita perhatian publik. Terlebih kasus ini menyeret oknum AKBP di Polda Jateng.

Berikut sosok korban yang dikenal dosen cerdas dan banyak prestasi. Nama lengkapnya adalah almarhumah DR. Dwinanda Linchia Levi HNK., SH.MH. Dia adalah dosen muda di Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) Semarang,. Levi ditemukan tewas di kamar Kos-Tel, Jalan Telaga Bodas Raya, Gajahmungkur Semarang. Dimata keluarga, dia adalah sosok pendiam dan mempunyai perilaku yang baik.

Hal itu diungkapkan Sri Nastiti, yang merupakan Tante dari almarhum (Levi) sapaan akrab korban.

Kepada JATENGPOS, saat dihubungi melalui sambungan telpon selular (ponsel), pada Kamis (20/11/2025), Tiwi sapaan akrabnya, mengungkapkan, bahwa keponakanya itu terbilang sosok cerdas dan dikenal pendiam. Dia santun di lingkungan keluarga.


Tiwi mengatakan, Levi sejak kecil hidup bersama kedua orang tua serta satu kakak kandung (laki-laki). Dia hidup normal layaknya keluarga bahagia tanpa ada permasalahan.

“Almarhumah keponakan saya (Levi) itu, sejak kecil hingga dewasa tidak pernah neko-neko, dan terbilang anak yang cerdas,” katanya.

Levi juga mampu menyelesaikan pendidikanya dari SD, SMP, SMA hingga menjadi Sarjana Hukum di Universitas Jendral Soedirman Purwokerto Jawa Tengah.

Baca juga:  Antisipasi Banjir, TNI-Polri Sukoharjo Bersihkan Sungai Bladon

“Sejak kecil hingga dewasa, Levi menghabiskan waktunya bersama keluarga di Purwokerto hingga menjadi sarjana hukum. Kemudian, ia menjadi dosen muda yang juga mampu meraih gelar Doktor Ilmu Hukum di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang,” ujarnya.

Terkait kehidupan sehari-hari, Tiwi menegaskan,  Levi menjalankan kehidupanya secara normal, tidak pernah ada masalah berat.

“Ya, saya kan juga kurang tahu bagaimana kehidupanya di luar, tapi saya tegaskan bahwa keponakan saya itu, ya baik-baik saja, ramah, santun namun agak pendiam,” tegasnya.

Kedua orang tuanya meninggal tahun 2019. Bahkan ayahnya meninggal saat Levi meraih gelar doktor dan satu tahun berikutnya Ibunya juga meninggal. Levi kemudian tak patah arang. Ia tetap melanjutkan karirnya sebagai seorang dosen muda di Untag Semarang dalam Prodi Hukum Pidana.

Disinggung apakah Levi mempunyai riwayat penyakit berat, Tiwi kembali mengungkapan bahwa keponakanya tersebut tidak pernah mengeluh mempunyai penyakit.

“Kalau setahu saya, Levi tidak mempunyai penyakit, tetapi apakah memang tidak diungkapkan sama keluarga, saya kurang tahu persis. Pada intinya, levi anak baik yang membuktikan bahwa ia mampu mengangkat derajat kedua orang tuanya dengan prestasi pendidikan dan karirnya,” terangnya.

Baca juga:  Polda Jateng Usulkan Perbedaan Hari Libur Lebaran 2024

Terkait berita dan informasi yang banyak beredar di media sosial, Tiwi yang mewakili keluarga, menghimbau kepada masyarakat luas, jangan percaya dengan banyak informasi tersebut.

“Kami mengharapkan, masyarakat harus cerdas menelaah informasi atau berita, khususnya di medsos. Dan kami juga meminta doa, agar almarhum keponakan saya, mendapat tempat yang baik di sisiNYA,” pungkas Sri Nastiti.

Sebelum meninggalkan kehidupan dunia, Levi juga dikenal sebagai Doktor yang produktif gemar melakukan penelitian.

Pemilik nama lengkap  Dr. Dwinanda Linchia Levi Heningdyah Nikolas Kusumawardhani, SH.M.Hum, dalam perjalanan pendidikannya terbilang sangat gemilang.

Ia menyelesaikan Program Doktor Ilmu Hukum di Universitas Diponegoro (Undip) pada periode 2015-2019.

Sebelumnya, ia juga menempuh pendidikan Magister Ilmu Hukum di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).

Meninggalnya Levi menyeret oknum AKBP di Polda Jateng. Yang bersangkutan diamankan karena diduga melanggar etik hidup bersama wanita yang bukan isterinya. Dia juga yang pertama kali melaporkan meninggalnya korban di kamar hotel. (ucl/jan)




TERKINI




Rekomendasi

...