Dewan Minta Jasa Marga Ikut Bertanggung Jawab


JATENGPOS.CO.ID SEMARANG – Kondisi terowongan jalan alternatif yang menghubungkan Kelurahan Muktiharjo Kidul Kecamatan Pedurungan dengan Kelurahan Siwalan Kecamatan Gayamsari kian memprihatinkan. Pasalnya terowongan yang berada dibawah Jalan Tol Semarang Seksi C ini tiap kali hujan langsung kebanjiran.

Akibatnya jalur alternatif menghubungkan dua kecamatan itu tidak bisa dilalui. Warga terpaksa memutar jauh melalui Jalan Sukarno Hatta atau Kaligawe. Ironisnya kedua jalur tersebut juga sering kebanjiran. Untuk itu DPRD Kota Semarang meminta agar pengelola jalan tol dalam hal ini Jasa Marga ikut membantu mencarikan solusinya.

Demikian disampaikan anggota Komisi C DPRD Kota Semarang Nunung Sriyanto. Saat dihubungi kemarin, Nunung Sriyanto mengaku berulang kali mendapat keluhan warga terkait kondisi terowongan tersebut.

Baca juga:  Pemprov Jateng Sosialisasikan Transisi Energi Menuju Industri Hijau SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menggandeng banyak pihak, untuk penggunaan energi alternatif dalam menuju industri hijau (green industry). Menurut Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sumarno, langkah paling dekat yakni penggunaan panel surya dan gas alam atau Compressed Natural Gas (CNG), untuk dunia industri. "Transisi energinya bertahap. Kita dorong di beberapa kawasan industri juga menggunakannya. Sekarang juga sudah menuju untuk penggunaan CNG di Jawa Tengah," kata Sumarno mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), usai Rapat Koordinasi Kabupaten/Kota Bidang Indag Tahun 2025 dan Sosialisasi Rengganis Pintar "Revitalisasi Green Industry" Guna Mendorong Peningkatan Ekspor Jawa Tengah, di The Wujil Resort & Convention Kabupaten Semarang, Kamis, 2 Oktober 2025. Untuk pemanfaatan CNG, kata Sumarno, didukung oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN) pemasangan transmisi dari Cirebon-Semarang (Cisem) yang saat ini sedang berproses. "Selain lebih ramah lingkungan, sebetulnya CNG itu menggunakan produk dalam negeri," katanya. Dikatakan Sumarno, Pemerintah Provinsi Jateng juga memiliki Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang punya produk CNG yakni PT Jateng Petro Energi. Perseroda didorong untuk memperbanyak produksi gas alam dan disalurkan baik untuk industri kecil maupun besar. Di sisi lain yang tak kalah penting, yakni setiap perizinan usaha dan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) harus harus benar-benar dipatuhi. Supaya lingkungan tetap terjaga. Apalagi Jawa Tengah dijadikan provinsi penumpu pangan dan industri, di mana keduanya harus seimbang. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jateng, July Emmylia, mengatakan, program Rengganis Pintar, merupakan, suatu upaya kita untuk dapat mempercepat implementasi Industri Hijau di wilayah setempat. "Karena apa? Karena sekarang ini market driven sudah mewajibkan untuk ber-sertifikat IUDR dan FSC. Nah, kalau tidak kita segera kejar kita akan kehilangan market," katanya. Emmy menjelaskan, green market action itu berada pada angka 79,12 persen. Hal itu harus segera dipenuhi agar tidak kehilangan potensi pasar dan mengurangi produk ekspor. Adapun Rengganis Pintar merupakan sistem mulai dari forum konsultasi, komunikasi, kemudian instrumen indeks siap hijau untuk mengukur kesiapan industri. Khususnya untuk industri kecil menengah (IKM). "Pelaku IKM didampingi dan diberikan fasilitasi sertifikat gratis. Sertifikat gratis ini untuk dapat menuju ke Industri Hijau," katanya. Disperindag, kata Emmy, memiliki target jangka pendek dan panjang. Jangka pendeknya melelui program itu akan menambah jumlah kesadaran pelaku industri untum bersertifikat hijau. Untuk jangka panjang akan membuat peta arah (roadmap). "Pada tahun 2028 nanti Pak Gubernur Ahmad Luthfi itu sudah mencanangkan arah kebijakan pembangunan. Yakni peningkatan dan pemerataan pembangunan daerah itu melalui potensi lokal dan industri hijau," katanya. (*)

“Akhir pekan lalu kan hujan lebat, warga lapor ke saya, setelah dicek memang kondisinya memprihatinkan,” ujar Nunung Sriyanto.

Terowongan di bawah jalan tol tersebut menurut Nunung terendam air hingga 80 cm sehingga tidak bisa dilewati baik sepeda motor maupun mobil kecil. Akibatnya warga harus memutar juah lewat jalan arteri. “Jalur tersebut sangat penting karena memudahkan warga Muktiharjo Kidul dan Tlogosari Kulon yang akan ke kota,” katanya.

Sebenarnya, lanjut Nunung Sriyanto solusinya tidak terlalu sulit. Salah satunya dengan memasang pompa sehingga tiap kali hujan turun, pompa difungsikan sehingga airnya tidak memenuhi terowongan tersebut. ”Saya kira kalau cuma memasang pompa dan menata drainase sekitar situ, Jasa Marga pasti bisa,” katanya.

Baca juga:  Gubernur Luthfi dan Ribuan Jemaah Hadiri Haul KH Dalhar Watucongol

Opsi meninggikan lantai terowongan, lanjut wakil rakyat asal Partai Gerindra ini tidak memungkinkan. Selain kondisi saat ini ketinggian terowongan sudah minimalis, kalau lantai jalan dinaikan, dikhawatirkan malah menyulitkan warga. Makanya solusi yang tepat adalah memasang pompa.

Pihaknya berharap agar pengelola jalan tol juga ikut membantu pemkot dalam mengatasi banjir tersebut. “Pemkot sudah bekerja dengan optimal, seperti peninggian Jembatan Nogosostro Tlogosari, pelebaran akses Kali Tenggang dan lain sebagainya, saya sampaikan terima kasih, karena membantu warga terhindar dari banjir,” katanya. (sgt)



TERKINI

Rekomendasi

...