31 C
Semarang
Jumat, 17 April 2026

Sikap Pluralisme Bisa Redam Konflik Agama di Indonesia




JATENGPOS.CO.ID, SALATIGA – Sumanto Al Qurtuby, Kepala Center for the Study of Religion and Christian-Muslim Relations (CSR-CMR) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga menjelaskan, konflik antar agama di Indonesia akan terus ada meski eskalasinya timbul-tenggelam. Meski begitu, tidak semua konflik diikuti dengan tindakan kekerasan.

” Konflik antar agama tersebut disebabkan beberapa hal. Diantaranya kebijakan politik, kesenjangan perekonomian, dan miss-understanding ajaran masing-masing agama. Sehingga pemerintah dan institusi keagamaan, dalam konteks tertentu turut berkontribusi dalam konflik sosial di masyarakat,” ujarnya usai acara International Seminar and Inauguration of the Center of Excellence & Inspire 2026, Kamis (16/4/2026).

“Sudah menjadi tugas bersama untuk merawat perdamaian. Mulai dari pemerintah, tokoh agama, masyarakat semua harus toleransi dan mengedepankan sikap plurarisme yaitu pemahaman,” imbuh Sumanto.

Baca juga:  Sritex Dinyatakan Pailit, Minta Karyawan Tenang Pabrik Masih Beroperasi

Menurut Sumanto, tidak akan pernah selamanya tercipta kondisi konflik atau damai. Kondisi di Indonesia, lanjutnya, tak sebaik dan tak seharmonis yang terlihat di permukaan. “Memang selalu ada friksi dan ketegangan yang disebabkan banyak faktor, realitasnya tidak seharmonis yang dibayangkan,” katanya.


Karena itu dia mengajak semua pihak untuk meminimalisir konflik dan ketegangan dengan membangun hidup yang toleran dan penuh pluralisme. ” Pentingnya sikap pluralisme atau bisa memahami kepercayaan orang lain. Sikap pluralisme di atas toleransi, karena kalau hanya toleransi, tanpa pemahaman, ketika ada provokasi, sikap toleransi bisa berubah menjadi intoleransi,” katanya.

Sumanto mengatakan CSR-CMR didesain sebagai sebuah Center of Excellence (CoE). Menurutnya lembaga ini telah menjalin kolaborasi riset dan akademik lainnya dengan berbagai institusi ternama di dalam dan luar negeri, seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Agama RI, Prince Alwaleed Bin Talal Muslim-Christian Understanding (Georgetown University, USA), dan Oxford Center for Muslim-Christian Studies (Inggris). “Aktivitas dan program-program CSR-CMR akan banyak dilakukan dalam bahasa Inggris agar dapat dibaca masyarakat internasional, baik komunitas akademik maupun nonakademik,” pungkasnya.( deb)




TERKINI




Rekomendasi

...