28 C
Semarang
Rabu, 22 April 2026

Ida Nurul Soroti Kekerasan Terhadap Tenaga Pendidik Perempuan




JATENGPOS.CO.ID,  SALATIGA – Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah Ida Nurul Faridah prihatin dengan masih tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Tengah dan juga terhadap tenaga pendidik.

Hal ini diungkapkan legislator PKS ini saat bersosialisasi dan berdialog dengan forum komunikasi guru taman kanak- kanak Kabupaten Semarang di Salatiga, Sabtu ( 18/4/2026).

” Untuk menekan angka kekerasan,,kami menggandeng guru taman kanak-kanak di Kabupaten Semarang khususnya guru agama Islam, untuk mensosialisasikan bagaimana cara menekan kekerasan terhadap perempuan dan anak juga tenaga pendidik,” ujarnya.

Melalui Forum Komunikasi Guru Pendidikan Agama Islam beranggota 100-an tenaga pendidik, Anggota Komisi E yang membidangi kesejahteraan rakyat mensosialisasikan Peningkatan Kualitas Pengawasan Pelaksanaan Perda No 2 Tahun 2021 Tentang Perlindungan Perempuan di Kota Salatiga.


Baca juga:  Ganjar Siap Dampingi Koperasi Istri Mantan Eks Napiter 

Dikatakan Ida, kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak saat ini di Jateng masih cukup tinggi. Bahkan, sempat heboh dengan adanya dugaan kasus pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan kampus. ” Ini menjadi keprihatinan kita bersama. Upaya pencegahan harus diperkuat melalui sinergi pemerintah, keluarga, hingga masyarakat,” imbuhnya.

Dikatakan Ida Nurul, Komisi E bersama dinas pemberdayaan perempuan baik di tingkat provinsi dan kota/ kabupaten rutin
mengkampanyekan berbagai program pencegahan. ” Salah satunya melalui Gardu Perak, gerakan terpadu peduli perempuan dan anak, karena kita melihat kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak masih cukup tinggi,” ujar Ida.

Dengan melibatkan tenaga pendidik, Ida menghendaki agar pendidik tidak menjadi korban exploitasi, tidak menjadi korban diskriminasi dan tetap berdaya sebagai perempuan.

Baca juga:  Terbukti Pro Disabilitas, Ngesti Nugraha Dapat Dukungan Solid dari PPDI

“Para guru memiliki peran sangat strategis, memiliki akses langsung kepada murid dan orang tua dan juga masyarakat, sehingga dapat memberikan pemahaman bahwa perempuan itu jangan mudah diexploitasi, dan harus menjaga diri,” tegasnya.

Selain itu, Ida juga mengimbau agar para tenaga pendidik ini mampu membangun komunitas sosial yang positif serta komunikasi yang baik dengan masyarakat, sehingga bisa bersinergi dan berkolaborasi.” Tentunya dengan iman dan taqwa sebagai landasan utama,” pungkas politisi PKS ini.( deb)




TERKINI




Rekomendasi

...