JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Gedung pusat kuliner khas Kota Kretek, Taman Bojana, berpotensi berubah wajah. Pemkab Kudus mengungkapkan adanya ketertarikan dari pihak swasta. Untuk menyulap bangunan tua dua lantai itu, menjadi hotel representatif guna mendukung kebutuhan akomodasi di Kota Kretek.
Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus, Djati Solechah, mengonfirmasi bahwa sejauh ini sudah ada dua investor yang menyatakan minatnya. Keduanya berasal dari lokal Kudus dan Jakarta.
‘’Kemarin ada dua investor yang minat, satu dari Kudus dan satunya dari Jakarta. Lokasinya yang strategis di pusat kota memang menjadi daya tarik utama,’’ ujar Djati saat ditemui di kantornya, baru-baru ini.
Meski demikian, Djati menekankan bahwa komunikasi yang terjalin masih bersifat penjajakan awal. Hingga saat ini, belum ada proposal resmi yang masuk ke meja BPPKAD.
‘’Sudah ada pertemuan dengan Pak Bupati, tapi sifatnya belum resmi. Rencananya bisa dibangun hotel tujuh sampai delapan lantai. Kami mempersilakan, karena Kudus memang masih butuh banyak hotel,’’ ungkapnya.
Kendati, kondisi bangunan Taman Bojana yang dulu merupakan gedung bioskop legendaris tersebut, diakui memang memerlukan perbaikan besar. Namun, keterbatasan anggaran daerah membuat Pemkab Kudus harus memutar otak. Kerja sama dengan pihak ketiga menjadi solusi yang paling realistis saat ini.
‘’Kami sudah tidak bisa melakukan perbaikan (menggunakan APBD), maka investasi dari pihak swasta inilah yang kami harapkan,’’ kata Djati.
Wacana alih fungsi ini sempat menimbulkan pertanyaan terkait nasib para pedagang kuliner khas, seperti soto kerbau dan nasi pindang, yang selama ini menjadi nyawa Taman Bojana. Menanggapi hal tersebut, Djati memberikan jaminan bahwa para pelaku usaha lama tetap akan diwadahi.
Persoalan utama yang kini tengah dikaji adalah pencarian lokasi relokasi sementara, apabila proses pembangunan nantinya benar-benar berjalan. Pihaknya tetap berkomitmen mewadahi para pelaku kuliner di sana.
‘’Fokus kami saat ini juga memikirkan di mana tempat berjualan sementara bagi mereka jika investasi ini terealisasi. Namun, pembahasan detailnya tentu menunggu proposal resmi masuk terlebih dahulu,’’ pungkasnya. (han/rit)













