JATENGPOS.CO.ID SEMARANG – Capaian investasi Jawa Tengah sebesar Rp48,54 triliun pada semester I 2026 menjadi sinyal positif bagi pergerakan ekonomi daerah. Realisasi tersebut juga diikuti penyerapan 213.217 tenaga kerja, membuka peluang bagi masyarakat untuk terlibat dalam pertumbuhan ekonomi.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, realisasi investasi yang terus bergerak menunjukkan kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Jawa Tengah masih terjaga.
“Capaian investasi ini patut diapresiasi karena menunjukkan kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Jawa Tengah masih sangat baik. Ini menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Heri.
Berdasarkan data realisasi semester I 2026, investasi Jawa Tengah mencapai Rp48,54 triliun atau sekitar 48,99 persen dari target tahunan sebesar Rp99,09 triliun.
Realisasi tersebut terdiri atas investasi pada triwulan I sebesar Rp23,02 triliun dan triwulan II sebesar Rp25,53 triliun. Secara keseluruhan, investasi itu mencakup 55.989 proyek.
Dari sisi sumber modal, penanaman modal asing (PMA) menyumbang Rp25,92 triliun atau 53,40 persen. Sementara itu, penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp22,62 triliun atau 46,60 persen.
Heri menilai, capaian investasi tersebut perlu terus didorong agar manfaatnya semakin luas, terutama melalui terbukanya kesempatan kerja dan keterlibatan tenaga kerja lokal.
“Investasi yang berkualitas adalah investasi yang mampu membuka kesempatan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat, khususnya tenaga kerja lokal. Dampaknya harus benar-benar dirasakan oleh daerah tempat investasi itu berkembang,” katanya.
Menurutnya, keberlanjutan investasi menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.
Karena itu, ia mengatakan, iklim usaha yang kondusif perlu dipertahankan agar peluang investasi dan penyerapan tenaga kerja dapat terus berkembang.
Heri juga berharap perkembangan investasi dapat memberi ruang lebih besar bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin dari angka realisasi modal, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Kami optimis investasi di Jawa Tengah akan terus menjadi motor penggerak ekonomi. Yang penting, momentum positif ini terus dijaga dan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kepentingan masyarakat,” pungkas Heri. (sgt)








