25 C
Semarang
Rabu, 10 Desember 2025

Harry Kane Lewati Legenda Brasil Pele

Di Timnas Inggris

JATENGPOS.CO.IDTIRANA – Harry Kane kembali menorehkan tinta emas dalam perjalanan kariernya bersama Timnas Inggris. Striker yang dikenal sebagai mesin gol itu sekali lagi membuktikan ketajamannya saat Inggris menghadapi Albania, Senin (17/11/2025) dini hari WIB.

Dalam laga tersebut, Kane tak hanya membuka keunggulan, tetapi juga menggandakannya. Dua gol Kane pun memastikan Inggris pulang dengan poin penuh.

Hasil ini membuat Inggris menyelesaikan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa dengan torehan sempurna, 8 kemenangan dari 8 laga. Bahkan, The Three Lions tak kebobolan sama sekali dalam 8 laga tersebut.

Dua gol itu membuat catatan pribadi Kane di level internasional mencapai 78 gol, melewati torehan legenda Brasil, Pele, yang selama bertahun-tahun dianggap sebagai salah satu pencetak gol terhebat di dunia.

Pele mengemas 77 gol untuk Timnas Brasil, rekor luar biasa yang dibukukan dalam 92 pertandingan. Kane membutuhkan sedikit lebih banyak waktu, yakni 112 laga, untuk menyalip angka tersebut.

Meski demikian, pencapaian kapten Inggris itu tetap menegaskan konsistensi dan kualitasnya sebagai salah satu striker modern paling mematikan.

Namun, ada satu catatan dalam karier Pele yang rasanya mustahil terulang, bahkan oleh pemain sekelas Kane: tiga gelar Piala Dunia.

Sang legenda Brasil mengangkat trofi tertinggi sepak bola pada edisi 1958, 1962, dan 1970, menjadikannya satu-satunya pemain dalam sejarah yang meraih prestasi tersebut.

Meski Kane kini unggul dalam jumlah gol internasional, pencapaian Pele di panggung terbesar sepak bola tetap menjadi standar yang sulit disaingi.

Baca juga:  Tertarik Premier League

Kendati begitu, rekor baru ini semakin memperkuat posisi Kane sebagai salah satu ikon sepak bola Inggris sepanjang masa, dan perjalanan kariernya masih jauh dari kata selesai.

Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, menyatakan tidak akan menurunkan Harry Kane, Jude Bellingham, dan Phil Foden secara bersamaan di Timnas Inggris. Apakah salah satu dari mereka akan tercoret dari skuad The Three Lions untuk Piala Dunia 2026?

Skuad The Three Lions memiliki banyak pemain bertalenta di lini serang. tetapi Tuchel menghadapi masalah klasik, yaitu bagaimana memaksimalkan potensi mereka secara bersamaan. Pelatih asal Jerman itu berharap dapat menemukan formula yang tepat sebelum Piala Dunia 2026.

Bellingham dan Foden baru kembali ke skuad pekan lalu untuk laga terakhir kualifikasi melawan Serbia dan Albania, setelah Inggris memastikan tiket ke Piala Dunia 2026.

Kapten Harry Kane tetap menjadi andalan tak tergantikan di lini depan Timnas Inggris. Namun komposisi lini serang lainnya masih belum pasti, terlebih karena Cole Palmer masih berjuang pulih dari cedera pangkal paha.

Morgan Gibbs-White dan Morgan Rogers juga masuk dalam pertimbangan, sementara penyerang Newcastle United, Anthony Gordon, turut bersaing untuk mendapatkan tempat.

Thomas Tuchel menegaskan bahwa tiga bintang besar Inggris tidak akan dimainkan secara bersamaan, yaitu Bellingham, Kane, dan Foden. Ia mengungkapkan akan ada keputusan sulit yang harus diambil sebelum menentukan skuad Timnas Inggris untuk tahun depan.

Baca juga:  STY Yakin Timnas Lolos Semifinal

“Untuk saat ini, jika kami mempertahankan struktur yang ada, mereka tidak bisa bermain bersama,” ujar Thomas Tuchel kepada talkSPORT, Kamis (13/11/2025).

“Mereka bisa saja dimainkan, tapi tidak dalam struktur ini, bukan demi keseimbangan yang telah kami bangun, struktur yang juga melibatkan winger yang memang spesialis di posisinya masing-masing. Saat ini kami bermain dengan formasi yang terdiri dari nomor 6, 8, 10, dan 9.”

“Khusus untuk posisi nomor 10, jika Anda memikirkan Phil Foden yang bisa bermain di sana, atau Jude Bellingham) bahkan Morgan Rogers yang tampil luar biasa untuk kami di posisi itu.”

“Anda punya Cole Palmer, ada juga Morgan Gibbs-White, jadi ada banyak sekali pemain,” lanjut Tuchel.

Thomas Tuchel mengatakan kemungkinan akan ada yang tidak dibawa ke Piala Dunia 2025. Dia juga menjelaskan kebijakan tersebut untuk kepentingan tim.

“Dan tentu saja, ada kemungkinan bahwa kami tidak akan membawa semua orang,” kata Tuchel.

“Ini bukan karena kami tidak menyukai mereka, bukan juga karena mereka tidak pantas secara individu, tetapi karena kami akan selalu melakukan yang terbaik untuk tim. Kami akan selalu mengutamakan kemenangan,” ujar Tuchel.

“Kami akan selalu mencari keseimbangan terbaik dan berusaha menjaga kejelasan struktur permainan, bahkan jika itu berarti kami harus mengambil keputusan-keputusan sulit.”

“Kami selalu mengambil keputusan sulit di setiap pemusatan latihan, dan hal itu tidak akan berubah ketika kami menuju turnamen nanti,” imbuhnya. (bol/riz)



TERKINI


Rekomendasi

...

Tamu Pincang Tanpa Kane

Debut RANS

Raphael Tiba di Kamp Latihan

City Minta Rodrygo Dibarter De Bruyne...

Ambisi Paward di Inter