28 C
Semarang
Senin, 23 Februari 2026

Menembus “Udan Kethek” Strategi Aman Biker di Jalur Pantura dan Selatan

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Bagi pemotor di Jawa Tengah, istilah “Udan Kethek” bukan sekadar mitos. Fenomena hujan lokal yang jatuh saat matahari masih terik ini sering kali menjadi jebakan maut di sepanjang Jalur Pantura yang terbuka maupun jalur berkelok di lintas Selatan. Cuaca ekstrem yang tidak menentu belakangan ini menuntut lebih dari sekadar jas hujan. Juga menuntut kesiagaan mental dan teknis yang mumpuni.

Jawa Tengah memiliki karakteristik unik yang membagi risiko menjadi dua wajah. Pertama Jalur Pantura ada ancaman utama adalah angin samping (crosswind) yang kencang saat hujan lebat. Aspal yang bercampur tumpahan solar menjadi sangat licin saat terkena tetesan air pertama. Sedangkan Jalur Selatan (Trans-Jawa Selatan) ada resiko utamanya adalah jarak pandang yang terbatas akibat kabut di perbukitan dan potensi aquaplaning di jalanan yang tidak rata.

Baca juga:  Tips & Trik Penting Sebelum Melakukan Modifikasi Motor

Menurut Oke Desiyanto Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng masalah utama “Udan Kethek” adalah kontras cahaya yang ekstrem. Air hujan yang jatuh akan membiaskan sinar matahari, menciptakan efek silau yang menyilaukan mata dan membuat permukaan aspal tampak “hilang”. Maka bagi bikers sangat disarankan untuk menggunakan helm dengan double visor atau smoke visor berkualitas, jika Anda menggunakan kaca bening, pastikan kaca bersih dari goresan. Cahaya matahari yang memantul pada kaca baret saat hujan akan menciptakan pendaran cahaya yang menutup pandangan (flare).

Di Jalur Pantura yang didominasi truk dan bus, tumpahan oli dan debu jalanan sangat pekat. Saat hujan baru turun (apalagi hujan ringan seperti udan kethek), air akan bercampur dengan kotoran tersebut membentuk lapisan pelumas yang sangat licin. Solusinya kurangi kecepatan secara gradual (bertahap). Hindari pengereman mendadak (hard braking) karena ban mudah kehilangan cengkraman dipermukaan seperti ini (oli atau debu jalanan yang pekat).

Baca juga:  Visibilitas dan Kontrol Adalah Kunci Berkendara saat Hujan Melanda

Satu hal yang perlu kita pahami, kondisi jalanan tidak pernah peduli seberapa mahir berkendara. “Udan Kethek” sering kali menipu persepsi kita, karena matahari masih terlihat, kita cenderung merasa “aman” dan enggan menurunkan kecepatan.

“Menembus cuaca ekstrem di Jawa Tengah bukan soal siapa yang paling cepat sampai, tapi siapa yang paling cerdas membaca tanda-tanda alam. Udan Kethek mungkin tak terhindarkan, namun risiko kecelakaan bisa kita turunkan dengan persiapan yang matang.” ujar Oke.



TERKINI

Rekomendasi

...