29.4 C
Semarang
Rabu, 22 April 2026

Hari Kartini jadi Simbol Perempuan Berdaya dan Berkontribus




JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton, jajaran Forkopimda, dan Ketua TP PKK Kabupaten Kudus Endhah Sam’ani Intakoris mengikuti Apel Peringatan Hari Kartini di halaman Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (21/4/2026).

Dalam kesempatan ini, apel dipimpin oleh Wakil Bupati Kudus, Bellinda dan membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Peringatan Hari Kartini tahun ini mengusung tema “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, menuju Indonesia Emas 2045”.

Tema tersebut menekankan pentingnya kesetaraan gender, akses pendidikan, kepemimpinan, serta layanan yang inklusif. Semangat perjuangan R.A. Kartini diharapkan terus menginspirasi perempuan untuk berkarya, berinovasi, dan berkontribusi dalam pembangunan tanpa terhalang batasan gender.

Baca juga:  99,4 Persen Warga Kudus Terjamin BPJS Kesehatan

‘’Melalui peringatan ini, kami berharap seluruh perempuan tetap semangat untuk ikut membangun kemajuan di Kabupaten Kudus dan terus memperjuangkan kesetaraan gender. Ke depan, perempuan harus terus berkontribusi bagi masyarakat,” ujar Bellinda.


Dalam sambutannya, Bellinda juga mendorong perempuan, khususnya di Kabupaten Kudus, untuk terus berkarya dan menjaga peran dalam keluarga.

’’Kepada seluruh perempuan, teruslah berkarya dan berjuang. Tetap semangat dan konsisten dalam memberikan yang terbaik, termasuk dalam membahagiakan keluarga,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Kudus Endhah Sam’ani Intakoris menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini tidak hanya sebatas seremoni, melainkan momentum untuk melanjutkan perjuangan perempuan di era modern.

“Peringatan ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi pengingat bahwa perjuangan R.A. Kartini menjadikan kita perempuan modern yang mampu berperan di berbagai bidang,” ujarnya.

Baca juga:  Raport Sam’ani-Bellinda Dinilai 71 Poin, PR Besar Masih Menanti

Endhah juga menambahkan bahwa penggunaan kebaya dalam peringatan tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya.

“Melalui momen ini, kami mengenakan kebaya sebagai bentuk pelestarian warisan budaya, sekaligus menunjukkan identitas perempuan Indonesia,” imbuhnya.

Usai apel, Bupati Kudus bersama rombongan meninjau stand layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta mendukung pelaku UMKM di bawah naungan Dekranasda dengan membeli dan mempromosikan produk yang dipasarkan, sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal. (mas/han/rit)




TERKINI




Rekomendasi

...