JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Ratusan warga di wilayah Kecamatan Jati antusias memadati halaman kantor kecamatan setempat sejak pagi tadi. Kehadiran mereka bertujuan untuk mendapatkan paket sembako dan gas LPG 3 kilogram, dalam even Operasi Pasar Bahan Pokok dan Barang Penting Bersubsidi, yang diinisiasi Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Selasa (21/4).
Camat Jati, Muchammad Zainuddin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program serentak di sembilan kecamatan di Kabupaten Kudus. Pihaknya mengaku senang melihat respons positif dari masyarakat yang datang dengan tertib.
“Antusiasme warga cukup tinggi. Ini tidak lepas dari sosialisasi masif yang kami lakukan sebelumnya melalui kanal media sosial kecamatan hingga ke tingkat desa,” ujar Zainuddin.
Lanjutnya, dalam operasi pasar kali ini, tersedia stok yang cukup melimpah, di antaranya 1.000 tabung gas LPG 3 kilogram, 200 paket beras SPHP, dan 240 liter minyak goreng. Untuk menjaga ketepatan sasaran, pihak kecamatan mengutamakan warga Jati yang kurang mampu dengan syarat menunjukkan KTP saat pembelian.
Sedang harga yang ditawarkan memiliki selisih cukup signifikan dibandingkan harga pasar. Gas LPG 3 kg dijual seharga Rp18.000, beras SPHP dipatok Rp56.500 per 5 kg, dan minyak goreng seharga Rp15.700 per liter.
‘’Kami bersyukur ini adalah wujud kehadiran negara untuk membantu warga kurang mampu di tengah melambungnya harga kebutuhan pokok. Harapannya, program seperti ini sering dilaksanakan agar beban ekonomi rumah tangga bisa berkurang,’’ tambah Zainuddin.
Salah satu warga Desa Tanjungkarang, Yessi Amalia, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah ini. Ia sengaja datang lebih awal untuk mengamankan stok beras dan kebutuhan dapur lainnya.
‘’Harganya murah banget dibanding di pasar atau toko biasa. Saya beli dua paket beras karena selisih harganya lumayan sekali untuk kebutuhan sehari-hari. Kalau di pasar luar, harga minyak dan LPG jauh lebih mahal,” ungkap Yessi.
Ia berharap kegiatan serupa tidak hanya dilakukan sesekali, namun bisa menjadi agenda rutin. ’’Harapannya pasar murah seperti ini sering-sering diadakan karena sangat membantu urusan dapur rumah tangga,” pungkasnya. (han/rit)















