JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Pemkab Kudus terus bergerak cepat dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas ketahanan keluarga. Langkah ini diwujudkan melalui Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) yang digelar di Pendopo Kabupaten Kudus, Kamis (21/5).
Acara ini merupakan kolaborasi inklusif antara Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Kudus, Kemendukbangga Provinsi Jawa Tengah, Tim Penggerak (TP) PKK, dan sektor swasta, yakni PT Kobe Boga Utama (KOBE).
Sedang peserta sosialisasi, merupakan kader dari 9 kecamatan, mulai dari pengurus PKK, Kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP), hingga Ikatan Penyelenggara Keluarga Berencana (IpeKB).
Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang penguatan bagi para ibu untuk saling berbagi ilmu di wilayah masing-masing. Materi yang diberikan sangat komprehensif, mencakup perencanaan pernikahan, kehamilan, generasi berencana (Genre), hingga perawatan lansia.
‘’Ini bukan sekadar teori. Kami mengundang perwakilan dari sembilan kecamatan agar mereka bisa menularkan informasi ini ke masyarakat luas. Ada juga demo masak yang mengajarkan cara menyajikan menu sehat dan bergizi untuk anak secara praktis dan cepat, bukan sekadar direbus biasa,’’ ujar Endhah.
Endhah juga menambahkan, data penurunan stunting di Kudus saat ini sudah menunjukkan tren positif. Namun, upaya tersebut harus terus dipacu secara konsisten,’’Penurunan stunting ini bukan seperti sulap. Butuh proses dan berbagai cara yang konsisten agar angka kasusnya terus turun,’’ tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kudus, Putut Winarno, menjelaskan bahwa penguatan lini lapangan didukung oleh kekuatan 1.962 kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang tersebar di 132 desa dan kelurahan.
Para kader memanfaatkan aplikasi Ramping Keren untuk melaporkan hasil pendampingan terhadap calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca-persalinan, dan bayi bawah dua tahun (baduta).
‘’Pendampingan kami prioritaskan untuk sasaran penerima manfaat program Makanan Bergizi Gratis (MBG) 3B Genting dan bantuan sosial lainnya. Kami juga telah meluncurkan sistem pemantauan data realtime untuk mengawasi pelaksanaan program MBG 3B di seluruh wilayah Kudus,’’ kata Putut.
Melalui pendanaan bersama dari APBD Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Kudus TA 2026 dan kemitraan swasta KOBE,’’Sinergi ini diharapkan melahirkan aksi nyata berbasis gotong royong demi mewujudkan SDM Kudus yang unggul, sehat, mandiri, dan Sejahtera,’’ pungkasnya. (han/rit)













