JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus terpaksa melakukan evaluasi total, terhadap sejumlah proyek infrastruktur jalan. Menyusul adanya fluktuasi harga aspal yang sangat dinamis di awal tahun ini, hingga memicu terjadinya penyesuaian anggaran yang berdampak langsung pada volume pengerjaan fisik di lapangan.
Kepala Dinas PUPR Kudus, Harry Wibowo, mengungkapkan bahwa dinamika harga aspal bergerak sangat tajam dalam beberapa bulan terakhir. Pada awal bulan Februari hingga Maret lalu, harga aspal sempat menyentuh angka Rp19.400, namun saat ini mengalami pergeseran menjadi Rp16.400. Perubahan harga yang fluktuatif ini memberikan dampak luar biasa, khususnya pada bidang Bina Marga yang didominasi oleh pekerjaan pengaspalan.
‘’Akibat perubahan harga ini, proses pengadaan sempat mundur karena kami harus melakukan evaluasi dan review bersama pihak Inspektorat,” ujar Harry.
Harry menjelaskan, koordinasi intensif dengan Inspektorat sangat krusial untuk menetapkan acuan harga yang baru sebelum kontrak kerja resmi ditandatangani. Langkah ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian dalam manajemen anggaran daerah.
‘’Kenapa harus di-review sekarang? Karena kalau kami sudah terlanjur berkontrak, kami tidak akan bisa lagi merubah atau membuat eskalasi harga di tengah jalan,’’ ungkap Harry.
Menurutnya, kenaikan atau fluktuasi saat ini masih dalam kategori wajar, bukan disebabkan oleh bencana alam, kahar (force majeure), atau huru-hara. Jadi, regulasinya tidak mengizinkan adanya eskalasi harga setelah kontrak berjalan.
Sementara fluktuasi dan penyesuaian harga di bidang Bina Marga ini, mencapai angka yang sangat signifikan, yakni hampir 60 persen. Tingginya angka penyesuaian ini memaksa Dinas PUPR Kudus untuk menghitung ulang target capaian proyek dan memangkas volume pekerjaan.
‘’Iya betul, kami harus menyesuaikan dan mengurangi volume pekerjaan. Dengan kondisi global seperti saat ini, kami memohon maaf kepada masyarakat karena proyek yang dilaksanakan tidak bisa 100 persen sesuai dengan perencanaan awal,’’ tambah Harry.
Disinggung kondisi jalan di Kudus, Harry menyebutkan, berdasarkan data capaian yang telah dirilis Dinas PUPR pada akhir tahun lalu hingga awal tahun ini, persentase jalan dengan kondisi mantap (kategori baik dan sedang) di Kabupaten Kudus sebenarnya sudah sangat tinggi, yakni mencapai 92 persen.
‘’Namun, seiring meningkatnya volume lalu lintas dan perkembangan kondisi di lapangan, kualitas jalan selalu mengalami penurunan alami sekitar 1 hingga 3 persen setiap tahunnya,’’ jelasnya.
Guna mengejar target penurunan tersebut di tengah keterbatasan anggaran proyek akibat fluktuasi harga, Dinas PUPR Kudus mengalihkan fokus strategi. Sesuai dengan arahan Bupati, PUPR kini memaksimalkan konsep pemeliharaan rutin, bukan lagi mengandalkan paket proyek besar secara keseluruhan.
‘’Konsepnya sesuai pendapatan dan arahan Bupati, kita maksimalkan paket rutin. Jadi jalan yang awalnya mantap lalu turun menjadi rusak ringan, langsung kita kejar dan kembalikan lagi ke kondisi mantap melalui perbaikan rutin,’’ jelas Harry.
Untuk mendukung strategi sapu jagat ini, Dinas PUPR Kudus menerjunkan tim secara masif setiap hari.
’’Titik perbaikannya banyak sekali. Insyaallah setiap hari ada rilis progresnya. Saat ini kami memiliki empat tim yang terus bergerak di lapangan untuk melakukan penambalan jalan rusak,’’ pungkasnya. (han/rit)






